SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Seluas 1.091 hektare lahan pertanian di Kabupaten Serang terendam banjir yang menerjang wilayah Kabupaten Serang sejak beberapa pekan terakhir.
Dari jumlah tetsebut, sekitar 220 hektare lahan pertanian mengalami puso alias gagal panen yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Serang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo mengatakan, berdasarkan hasil monitoring yang sudah dilakukan, ada sekitar 1.091 hektare yang terendam banjir di Kabupaten Serang.
“Yang berhasil surut ada 442 hektare, sementara 220 hektare dilaporkan puso. Usia tanammnya antara 10 sampai 15 hari, masih kecil,” katanya, Rabu 7 Janiari 2026.
Ia mengungkapkan, wilayah yang paling banyak terdampak banjir hingga mengalami puso ada di Kecamatan Padarincang, Mancak, Pamarayan dan Tunjung Teja. “Tersebar di 16 Kecamatan,” ujarnya.
Ia mengungkapman, untuk meminimalisir kerugian bagi para petani, pihaknya telah mengusulkan ke Dinas Pertanian Provinsi Banten agar para petani yang mengalami puso bisa mendapatkan bantuan berupa pergantian benih.
“Karena cadangan benihnya ada di Provinsi, maka kita sudah buat surat untuk pergantian benih, karena banyak yang belum terdaftar dalam asuransi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, apabila petani sudah terdaftar dalan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), para petani yang mengalami puso akan mendapatkan bantan sebesar Rp6 juta.
“Rata-rata mereka belum terdaftar dalam AUTP, karena memang untuk subsida AUTP srjak tahun 2025 sudah tidak ada, yang mandiri memang masih ada,” ujarnya.
Suhardjo mengungkapkan, dari total 64 ribu petani di Kabupaten Serang batu sekitar 20 persen yang terlindungi oleh asuransi. “Faktornya karena kesadaran petani masih rendah, padahal.manfaatnya sangat besar,” ujarnya.
Pihaknya pun mendorong agar para petani bisa terdaftar dalam asuransi, sehingga mereka bisa terlindungi baik dari ancaman bencana alam maupun serangan hama.
“Pembayaran preminya sangar murah yakni sebesar Rp64 ribu rupiah per masa tanam, mereka bisa mendapatkan bantuan Rp6 juta ketika terjadi puso,” ujarnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











