PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pandeglang, melakukan kunjungan ke rumah anak gadis sebelumnya dilaporkan hilang bernama Zara Durotun Nafiza (13) warga Kampung Cibango Lor, Desa Pejamben, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.
Kunjungan itu karena mendapatkan kabar kalau Zahra menempati gubuk bersama Kaka dan dua adiknya.
Jadi Zahra tidak tinggal bersama orangtuanya karena ibunya menikah lagi dan tinggal menetap Kecamatan Sobang sedangkan bapaknya berumah tangga di Jambi.
Jadi empat orang anak masih usia anak tinggal bersama dalam satu atap berupa gubuk beratapkan terpal yang sudah bolong tanpa mendapatkan pengasuhan orangtuanya.
Keempat anak itu yang anak pertama bernama Rasya Adit Saputra (16), yang saat ini tinggal bersama 3 orang adiknya, yaitu Zahra Durotun Nafisa (13), Safa Fitriyani (10) dan Miftahul Fauzi (5).
Melihat kondisi itu, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang yang terdiri dari Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang Tb Agus Khatibul Umam, dan Anggotanya dari Fraksi PKS, Dede Sumantri, dari Fraksi Gerindra Erin Fabiana dan dari PDI Perjuangan Aam Apandi merasa terenyuh.
Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang Agus Umam mengaku, merasa trenyuh melihat anak-anak harus menanggung beban berat.
“Tanpa mendapatkan pengasuhan orangtunya. Kini tinggal dalam rumah tidak layak huni,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 7 Januari 2026.
Keempat orang anak ini, perlu mendapatkan bantuan agar bisa tinggal dalam rumah layak huni.
“Kita akan upayakan bersama juga agar anak ini bersekolah. Tidak sampai putus sekolah,” katanya.
Anggota DPRD Pandeglang Fraksi PKS Dede Sumantri mengaku, prihatin melihat anak usia 16 tahun bernama Adit (16) haus menjadi pengasuh tiga adiknya.
“Adit ini harus mendapatkan bantuan rumah yang layak huni. Kita akan bantu bersama-bersama untuk mendapatkan bantuan agar mendapatkan tempat tinggal yang layak dan nyaman,” ktanya.
Anggota DPRD Pandeglang Fraksi Gerindra Erin Fabiana mengungkapkan, kalau pihaknya akan mencarikan solusi untuk Adit dan keluarganya.
“Agar mendapatkan tempat tinggal yang layak,” katanya.
Saat ini, Adit beserta tiga adiknya menempati rumah tidak layak huni yang menempati bidang tanah bukan miliknya.
“Terkait lahan ini, kami akan Carikan solusinya. Tinggal menyiapkan lahannya dan kami siap akan membantu untuk pembangunan fisiknya,” katanya.
Kades Pejamben Juned mengatakan, untuk lahan tanah bangunan rumah layak huni sudah ada.
“Bahkan kami sudah persiapkan lahan tersebut untuk Adit dan keluarganya. Silahkan tinggal ukur dan berikan tanda patok untuk nanti bangunkan rumah yang layak dan nyaman,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











