SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menggelar istighotsah akbar bersama seluruh kepala sekolah PAUD, SD, dan SMP se-Kota Serang, Jumat 9 Januari 2026 di halaman Kantor Dindikbud Kota Serang.
Kegiatan ini diikuti seluruh kepala satuan pendidikan sebagai bagian dari agenda resmi Dindikbud Kota Serang dalam menyampaikan arah kebijakan serta rencana kerja sektor pendidikan di wilayah tersebut.
Melalui forum tersebut, Dindikbud mensosialisasikan sejumlah program prioritas pendidikan yang akan diterapkan secara bertahap di sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan terdapat sembilan poin resolusi pendidikan yang akan dijalankan mulai tahun ini.
Salah satu fokus utamanya adalah menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
“Ada sembilan poin resolusi pendidikan yang akan kita gerakkan. Salah satunya sekolah harus bersih, bebas sampah plastik, dan bebas sawang,” kata Nuri.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan upaya menerjemahkan visi Wali Kota Serang di bidang pendidikan hingga ke tingkat satuan pendidikan.
“Ini memastikan gagasan Pak Wali Kota bisa kita terjemahkan di sekolah, bukan hanya di dalam lingkungan sekolah, tetapi juga lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Selain program kebersihan, Dindikbud Kota Serang juga mendorong pembiasaan membaca Al-Qur’an bagi peserta didik, khususnya siswa kelas akhir di tingkat SD dan SMP.
“Untuk program Serang Mengaji, targetnya siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP sudah bisa membaca Al-Qur’an sebelum lulus,” jelas Nuri.
Di bidang peningkatan kompetensi bahasa, Dindikbud berencana memperkuat penggunaan bahasa Inggris di sekolah-sekolah.
Ke depan, bahasa Inggris akan diarahkan menjadi mata pelajaran wajib.“Sekarang kita mulai dengan pembiasaan penggunaan bahasa Inggris di lingkungan sekolah,” katanya.
Namun demikian, Nuri mengakui kesiapan tenaga pendidik masih menjadi tantangan.
Dari sekitar 220 sekolah di Kota Serang, baru sekitar 30 persen yang memiliki guru bahasa Inggris yang siap mengajar.
“Ini yang sedang kita petakan agar ke depan bisa dipenuhi secara bertahap,” pungkasnya.
Editor Daru











