PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tembok Penahan Tanah (TPT) Bendungan Badudun di Kampung Bantar Panjang, Desa Banyubiru, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, mengalami longsor akibat tergerus air Sungai Cisurog. Kejadian ini terjadi pada hari Kamis, 15 Januari 2026.
TPT Bendungan Badudun mengalami longsor karena intensitas hujan tinggi, membuat aliran Sungai Cisurog sampai meluap.
Bendungan Badudun ini memiliki manfaat mengairi area pesawahan sekitar 300 hektare, meliputi empat desa. Yaitu, Caringin, Teluk, Banyubiru, dan Banyumekar.
Selain itu juga menjadi destinasi wisata semenjak tahun 2025.
Sekretaris Desa Banyubiru, Ahmad Hasanudin mengatakan, penyebab longsor TPT Bendungan Badudun.
“Pas hujan dengan intensitas tinggi tidak berhenti berhari-hari menyebabkan aliran Sungai Cisurog meluap hingga menerjang tepian TPT,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu, 17 Januari 2025.
Hasanudin menjelaskan, kondisi TPT Bendungan Badudun sebelumnya sudah mengalami keretakan yang berpotensi mengalami longsor.
Pada tahun 2025, sudah mengusulkan perbaikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) dan Pemprov Banten.
“Dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWSC3), Kementerian Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan. Namun memang setelah itu belum ada kabar lagi. Hingga akhirnya kemarin TPT mengalami longsor,” katanya.
TPT Bendungan Badudun tidak kuat lagi menahan menahan debit air yang cukup deras pada musim penghujan. Hinga menyebabkan TPT longsor.
“Kami berharap Kementerian PU bisa segera turun tangan. Jangan sampai menunggu longsoran makin meluas, dan menimbulkan korban,” katanya.
Bendungan Badudun ini bukan hanya memberikan manfaat mengairi persawahan. Tetapi juga destinasi wisata.
“Menjadi tempat mencuci pakaian, mengambil air bersih untuk kebutuhan hingga melakukan bersih-bersih lainnya,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











