PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID– Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyoroti kondisi Tembok Penahan Tebing (TPT) di Bendungan Badudun, Desa Banyubiru, Kecamatan Labuan, yang mengalami longsor. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengunjung yang datang ke destinasi wisata baru tersebut.
Kunjungan Bupati ke lokasi dilakukan dalam rangka menghadiri acara Bubur Suro pada 10 Muharram 1447 Hijriah, sekaligus meninjau langsung kerusakan di area wisata yang dibuka untuk umum sejak awal 2025 itu.
“Wilayah air ini kewenangannya provinsi, bisa Pemprov Banten dan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung dan Cidurian. Kita akan berkoordinasi agar secepatnya dilakukan penanganan yang longsor,” kata Dewi Setiani saat ditemui di lokasi, Minggu (6/7/2025).
Menurut Dewi, longsor susulan berpotensi terjadi jika tak segera ditangani. Ia menegaskan perlunya tindakan cepat untuk mengamankan kawasan wisata yang kini mulai ramai dikunjungi warga.
“Insyallah ke depan kita akan menyelamatkan tebing-tebing ini agar TPT-nya aman. Agar wisatawan ataupun pengunjung menjadi lebih aman dan nyaman,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Nawawi Nurhadi, juga menyampaikan keprihatinannya atas kondisi bendungan tersebut. Ia menilai minimnya perawatan membuat fasilitas penunjang menjadi rawan rusak.
“Padahal sebetulnya bendungan ini sangat potensial sekali mengairi sekitar 300 hektar persawahan di sekitaran Kecamatan Labuan. Bukan hanya itu saja, ini kan sudah menjadi tempat wisata, banyak pengunjung, banyak masyarakat yang sengaja datang untuk mandi,” ujarnya.
Menurut Nawawi, lokasi wisata Badudun masih memiliki suasana asri dengan air yang bersih dan alami. Namun, kondisi TPT yang longsor dinilai sangat berbahaya jika dibiarkan.
“Kalau ini dibiarkan sangat berbahaya juga karena turap-turapnya sangat rawan longsor, karena kebetulan bendungan ini diapit ada perbukitan kecil,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang kini tengah menyiapkan langkah koordinasi lintas sektor agar penanganan longsor di kawasan wisata Badudun dapat segera dilakukan sebelum membahayakan lebih banyak pengunjung.
Editor: Merwanda











