PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 11 mahasiswa STKIP Syekh Manshur Pandeglang yang tengah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) membuat Eco Paving Block dari sampah plastik.
Ke-11 mahasiswa masuk dalam KKN Kelompok 02, Kampung Cemplang, Desa Cempaka, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.
Eco paving block ialah sebuah inovasi pembuatan paving block ramah lingkungan, yang pembuatannya dengan mengganti sebagian atau seluruh semen menggunakan bahan daur ulang seperti sampah plastik, oli bekas, atau limbah lainnya untuk mengurangi pencemaran.
Selain itu, Eco Paving Block juga memanfaatkan sampah menjadi produk bernilai ekonomis yang kuat, tahan lama, dan estetis.
Mahasiswa STKIP Syekh Manshur dan selaku Ketua KKN Kelompok 02, Desa Cempaka, Syahrul Gunawan mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatan KKN, kelompoknya memilih memproduksi pembuatan eco paving block.
“Kenapa kami memilih ini, yang pertama mungkin tidak ingin sama dengan program kerja dari kelompok yang lain,” katanya, kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 18 Januari 2026.
Selanjutnya, karena mungkin melihat output kedepannya apa yang nanti masyarakat dapat kembangkan. Khususnya Desa Cempaka yang menjadi tempat KKN.
“Tambah lagi memang pembuat paving block cukup simpel sebenarnya. Kita siapkan kompor gas, kenceng atau wajan, terus kita siapkan oli, cukup 600 mili liter, terus siapkan pasir, cukup dua aqua atau dua cup,” katanya.
Lalu siapkan sampah plastik yang bisa untuk bahan bakunya.
“Selanjutnya kita didihkan oli, setelah mendidih kita lanjut, masukan plastik,” katanya.
Setelah itu, berlanjut pada proses pengaduka sampai larut. Ketika sudah mengental barulah masukan pasir.
“Sebelum memasukan ke pasir, pastikan kompor matikan dahulu. Setelah itu aduk merata dan masukan ke cetakan,” katanya.
Kemudian simpat tempat kering. Tunggu hingga kering.
“Manfaat membuat Eco paving block untuk mengurangi sampah plastik yang ada pada lingkungan sekitar,” katanya.
Ia berharap, masyarakat dapat mengembangkannya. Dengan mengubah sampah plastik menjadi paving block.
“Semoga paving block ini bisa dikembangkan oleh pemerintah karena ini salah satu bentuk pengurangan sampah plastik yang sudah mengakar di Indonesia. Produk ini membantu mengatasi masalah sampah plastik, menciptakan ekonomi sirkular, dan menawarkan keunggulan fungsional seperti daya serap air rendah, kuat tekan tinggi, serta tidak lumutan,” katanya.
Editor Daru











