SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan ada dua skema relokasi yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang apabila ingin merelokasi warga yang tinggal di Kampung Cibodas.
Diketahui, Kampung Cibodas, Desa Kaduberem, Kecamatan Padarincang merupakan salah satu kampung yang sangat rawan terdampak akibat longsoran Gunung Kaupas, karena berada di lereng gunung.
Tercatat, berdasarkan data yang diterima, ada sekitar 312 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Kampung Cibodas.
Ada dua skema yang bisa dilakukan untuk melakukan relokasi warga terdampak, mulai dari relokasi tersentral hingga relokasi secara mandiri.
Hal itu disampaikan Direktur Dukungan Sumberdaya Darurat pada BNPB, Agus Rianto pada saat menyerahkan bantuan ke Pemkab Serang.
“Untuk relokasi, tim akan asesmen ke lapangan. Nanti ditentukan apakah memang relokasi yang dilakukan tersentral dalam satu hamparan, ataupun mandiri juga bisa,” katanya, Rabu 21 Januari 2026.
Ia mengatakan, akan berkoordinasi dengan kementerian perumahan dan pemukiman maupun kementerian dan PKB untuk membahas soal relokasi.
Ia mengatakan, apabila ada masyarakat yang memiliki lahan sendiri dan lokasinya aman, maka lahan tersebut juga bisa dibangunkan oleh pemerintah untuk dibangunkan rumahnya.
“Mandiri itu artinya masyarakat memiliki lahan sendiri yang aman dari bencana, itu juga bisa dilakukan pembangunan,” ujarnya.
Ia mengatakan, apabila ingin relokasi secara tersentral, maka Pemkab Serang harus menyediakan lahan yang cukup yang nantinya akan dibangunkan rumah.
“Lahan ini bisa milik Pemda, bisa juga bekerjasama dengan Perhutani, ini sudah lazim dilakukan,” tegasnya.
Ia mengatakan, berdasarkan laporan dari Bupati Serang, jika intensitas bencana yang terjadi di Kabupaten Serang cukup lengkap, mulai dari banjir, longsor hingga cuaca ekstrem.
“Respon kami tentunya pemerintah pusat harus hadir di setiap wilayah di tengah ancaman yang besar karena memasuki puncak musim hujan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengatakan, ada sejumlah bantuan yang diberikan kepada Pemkab Serang dari BNPB. Bantuan tersebut berupa peralatan makan, perahu dan lain sebagainya.
“Ini bantuan tahap awal untuk penanganan bencana di Kabupaten Serang, ada prahu, peralatan makanan, Alkon, nilainya kurang lebih Rp500 juta,” katanya.
Ia mengatakan, untuk penanganan bencana di Kabupaten Serang khususnya banjir dan tanah longsor nantinya akan dilakukan asesmen lanjutan agar nantinya penanganannya bisa dilakukan dengan maksimal.
“Mana nanti yang bisa ditangani sinergi dengan provinsi dan pusat. Harapannya, kita Pemkab Serang bisa melakukan gerak cepat merespon semua potensi sedang terjadi di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Untuk rencana relokasi bagi warga Kaduberem, Kecamatan Padarincang, pihaknya masih menunggu hasil kajian dari badan vulkanologi apakah potensi pergerakan tanah berlanjut ataupun tidak.
“Kalau misalkan kira-kira ada potensi lanjutan, kita akan berkonsultasi nanti dengan provinsi dan pusat untuk melakukan relokasi. Jumlah KK nya ada sebanyak 312,” pungkasnya.
Editor Daru











