• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Umum

Mau Berdagang Telur Ayam? Berikut Perhitungan Bisnis, Tips, dan Cara Memulainya

Mulyadi by Mulyadi
Selasa, 27 Januari 2026 06:57
in Umum
0
Mau Berdagang Telur Ayam? Berikut Perhitungan Bisnis, Tips, dan Cara Memulainya

Foto: Pixabay

0
SHARES
60
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Usaha pangan kerap dianggap menjanjikan karena produknya selalu dibutuhkan pasar. Salah satunya adalah bisnis telur ayam. Namun, tanpa perhitungan yang matang, usaha ini justru berpotensi merugi.

Bagi pemula yang ingin memulai usaha dari nol, kesalahan dalam menghitung modal, memilih pemasok, atau menentukan harga jual dapat berdampak langsung pada arus kas bisnis. Karena itu, perencanaan menjadi kunci utama sebelum terjun ke lapangan.

Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut ulasan lengkap perhitungan modal, peluang keuntungan, risiko, hingga tips memulai usaha telur ayam.


Perhitungan Bisnis Telur Ayam

Sebelum memulai, penting dipahami bahwa bisnis telur ayam bukan sekadar beli lalu jual. Ada alur perhitungan yang harus disusun agar usaha berjalan sehat dan berkelanjutan.

Mulai dari modal awal, biaya operasional, hingga margin keuntungan perlu dihitung secara realistis agar tidak salah mengambil keputusan sejak awal.

1. Estimasi Modal Bisnis Telur Ayam

Bagi kamu yang ingin memulai dengan modal terbatas, berikut estimasi biaya awal usaha telur ayam:

KebutuhanEstimasi Biaya
Pembelian telur ayam 200 kgRp4.000.000 – Rp5.000.000
Sewa tempat penyimpananRp1.000.000 – Rp2.000.000
Rak telurRp1.000.000 – Rp2.000.000
Lemari pendinginRp3.000.000 – Rp5.000.000
Timbangan digitalRp300.000 – Rp600.000
Biaya pemasaranRp500.000
Biaya operasional (transportasi, listrik, dll)Rp1.000.000 – Rp3.000.000
Total estimasi modal awalRp10.800.000 – Rp23.500.000

Catatan: estimasi biaya dapat berbeda tergantung lokasi, kualitas barang, dan kebijakan penjual.


Peluang Keuntungan Bisnis Telur Ayam

Setelah memahami modal, langkah berikutnya adalah menghitung potensi keuntungan. Perhitungan ini bersifat simulasi dan dapat berubah sesuai kondisi pasar dan pengelolaan usaha.

Contoh simulasi:

  • Harga beli telur: Rp23.000/kg
  • Harga jual telur: Rp25.000/kg
  • Margin keuntungan: Rp2.000/kg
  • Penjualan harian: 200 kg

Keuntungan per hari:
200 kg × Rp2.000 = Rp400.000

Potensi keuntungan per bulan:
Rp400.000 × 30 hari = Rp12.000.000

Angka tersebut dapat tercapai jika seluruh stok terjual optimal, tingkat kerusakan telur minim, dan biaya operasional tetap terkendali.


Risiko Usaha Telur Ayam

Memahami risiko bukan untuk membuat ragu, melainkan agar kamu dapat menyiapkan strategi bisnis yang lebih matang.

1. Perubahan Harga Pasar
Harga telur sangat dipengaruhi biaya pakan, cuaca, dan permintaan pasar. Kenaikan harga beli dari pemasok dapat menekan margin keuntungan jika harga jual tidak bisa segera disesuaikan.

2. Persaingan yang Ketat
Pelaku usaha telur ayam cukup banyak, dari pedagang kecil hingga distributor besar. Persaingan tidak hanya pada harga, tetapi juga kualitas dan pelayanan.

3. Risiko Kerusakan Produk
Telur mudah pecah dan cepat rusak jika penyimpanan tidak sesuai standar. Kesalahan penyimpanan bisa menyebabkan telur retak atau busuk sehingga tidak layak jual.

Penggunaan rak yang tepat, suhu ruangan stabil, dan kebersihan tempat penyimpanan menjadi faktor penting untuk menekan risiko ini.*

Editor : Krisna Widi Aria

Tags: agenberdagangbisniselur ayamharga pasarKeuntunganpangansahabat pegadaian
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Usai Gelombang Tinggi, Pantai Teluk Kembali Dipenuhi Sampah

Next Post

JAM Pidum Turun untuk Eksaminasi Penanganan TPPO

Next Post
JAM Pidum Turun untuk Eksaminasi Penanganan TPPO

JAM Pidum Turun untuk Eksaminasi Penanganan TPPO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap, BNN RI Sita Senjata dan Peluru

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap, BNN RI Sita Senjata dan Peluru

by Fahmi
Kamis, 13 Agustus 2026 19:43
0

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Tim gabungan BNN RI, Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta dan BNNK Jakarta Utara menangkap seorang buronan...

PPPK Pemprov Banten

Nasib PPPK 2027 Aman, Pemprov Banten Tetap Anggarkan Gaji dan Tunjangan

by Yusuf Permana
Kamis, 13 Agustus 2026 16:19
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten memastikan keberadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tetap aman hingga 2027. Pemprov Banten...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.