SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Belakangan ini, harga emas terus naik. Tertarik untuk investasi emas? Pengamat ekonomi dari Untirta Hadi Sutjipto pun memberikan pandangannya.
“Kalau adapun masyarakat yang borong emas pada saat ini, secara finansial mungkin mereka masih punya tabungan besar,” ujar Hadi.
Jika memang tabungan banyak, maka investasi logam mulia sah-sah saja dan tidak ada masalah.
“Itu sebagai investasi jangka panjang ya,” tuturnya.
Namun, lanjut Hadi, jika membeli emas untuk investasi jangka pendek, maka tidak begitu terasa kelebihan dari kenaikan harga emas itu.
“Walau-walaupun nanti ke depannya misalnya tinggi lagi ya mungkin dia yang beruntung. Tapi yang dikhawatirkan adalah masyarakat yang tidak punya tabungan besar tapi memaksakan untuk memborong emas,” ujarnya.
Kata dia, kenaikan harga emas saat ini sebetulnya kenaikan yang tidak wajar.
“Walaupun memang benar sebagai alat investasi, tapi kenaikannya sudah di kenaikan yang luar biasa. Sudah enggak kewajaran lagi,” terangnya. Dengan begitu, ia mengimbau masyarakat yang memiliki penghasilan terbatas, jangan memaksakan diri sehingga nanti mereka tidak memiliki tabungan.
“Walaupun mungkin bisa dijual, tapi kan saat itu ya mungkin untung ya, kadangkala misalnya dalam waktu tiga bulan untungnya berapa? Bedanya tidak terlalu. Kecuali jangka panjang,” tutur Hadi.
Kata dia, jangan sampai masyarakat membeli emas, tapi kebutuhan hidup pokoknya kesusahan.
“Jadi saya tidak menyalahkan kalau mereka yang borong emas kalau mereka punya dana besar ya justru mungkin jadi investasi ya. Tapi bagi masyarakat yang pas-pasan justru ini akan menjadi beban, karena nanti biasa dana yang digunakan tabungan itu untuk harian dan sebagainya, habis untuk memborong dan akhirnya dia yang utang lagi dan sebagainya, walaupun mungkin ke depannya menguntungkan,” ujarnya.
Hadi menegaskan, emas itu akan terasa kalau untuk jangka panjang.
Reporter : Rostinah
Editor: Agung S Pambudi











