SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Forum HRD Serang Barat mendesak percepatan pelebaran ruas Jalan Bojonegara–Puloampel yang dinilai sudah tidak lagi memadai untuk menopang aktivitas kawasan industri di wilayah Serang Barat.
Kondisi jalan yang sempit kerap memicu kemacetan panjang dan mengganggu mobilitas pekerja serta distribusi logistik.
Ketua Forum HRD Serang Barat, Abdul Muhid, mengatakan pelebaran jalan merupakan kebutuhan mendesak dan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur tersebut.
Ia menilai pertumbuhan industri yang pesat tidak diimbangi dengan kesiapan infrastruktur jalan.
“Ruas jalan Bojonegara–Puloampel sudah sangat padat. Dengan kondisi jalan yang sempit dan lalu lintas kendaraan berat, kemacetan hampir terjadi setiap hari,” ujarnya, Jumat 30 Januari 2026.
Menurutnya, kemacetan tidak hanya berdampak pada aktivitas industri, tetapi juga pada mobilitas pekerja dan masyarakat sekitar.
Karena itu, Forum HRD Serang Barat berharap pemerintah daerah dapat mendorong percepatan pelebaran jalan melalui pembahasan resmi lintas sektor, baik di tingkat daerah maupun pusat.
Forum HRD Serang Barat menyatakan siap memberikan dukungan penuh terhadap rencana pelebaran jalan tersebut. Mereka berharap proyek ini dapat segera direalisasikan agar aksesibilitas kawasan industri meningkat dan aktivitas ekonomi berjalan lebih lancar.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Banten bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merencanakan pelebaran Jalan Bojonegara–Puloampel.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, menyebut pelebaran badan jalan menjadi kebutuhan mendesak demi meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus logistik.
“Badan jalan direncanakan diperlebar hingga sekitar 25 meter dengan Right of Way (ROW) 20 meter sesuai standar jalan nasional,” ujar Arlan.
Pada tahun ini, Pemprov Banten memfokuskan anggaran untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT).
Panjang ruas jalan yang masuk rencana pelebaran mencapai sekitar 10 kilometer, dengan prioritas pada segmen terpadat aktivitas industri, yakni dari Seruni hingga Ragas.
Editor Daru











