LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menargetkan nilai investasi di Kabupaten Lebak pada tahun 2026 mencapai Rp1,4 triliun. Target tersebut meningkat lebih dari 500 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp258 miliar.
Sejumlah sektor andalan disiapkan untuk menggaet investor menanamkan modalnya di daerah yang dipimpin Bupati Hasbi Jayabaya.
Penata Kelola Penanaman Modal Madya pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Erwin Robertus, mengatakan target investasi tahun 2026 sebesar Rp1,4 triliun tersebut berasal dari tiga sektor utama. Yakni sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran; transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi; serta industri mineral nonlogam.
“Seluruh investasi tersebut tercatat dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM,” katanya, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia mengatakan, Pemkab Lebak membuka kran seluas-luasnya bagi investor untuk berinvestasi di Kabupaten Lebak.
“Namun, tetap harus mengikuti aturan yang telah menjadi ketetapan pemerintah daerah,” katanya.
Lebih lanjut, Erwin menyampaikan bahwa Pemkab Lebak terus mendorong serta memfasilitasi perusahaan yang belum menyampaikan LKPM secara daring.
“Segera melaporkan realisasi investasinya agar dapat memacu pergerakan ekonomi serta mewujudkan realisasi investasi yang berkualitas di Lebak,” katanya.
Menurutnya, selain nilai investasi, iklim investasi yang kondusif juga menjadi faktor penting. Kemudahan berusaha serta dukungan pemerintah dinilai sebagai kunci keberhasilan dalam menarik investor.
“Faktor kemudahan berusaha, kepastian hukum, dan dukungan penuh dari pemerintah menjadi alasan utama pengusaha mau berinvestasi di Kabupaten Lebak,” katanya.*
Editor : Krisna Widi Aria











