SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bulan Ramadan selalu membawa perubahan besar dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia. Mulai dari kebutuhan pangan, gaya hidup, hingga kebiasaan belanja mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini menjadikan Ramadan sebagai momentum emas bagi pelaku usaha, baik skala UMKM maupun pebisnis pemula, untuk meraih keuntungan.
Menjelang bulan puasa 2026, tren bisnis berbasis kebutuhan harian, kemudahan layanan, dan sentuhan digital diprediksi tetap mendominasi. Artikel ini mengulas sejumlah ide bisnis evergreen yang terbukti selalu relevan setiap Ramadan dan memiliki potensi keuntungan yang menjanjikan.
1. Bisnis Takjil dan Makanan Berbuka Puasa
Usaha takjil masih menjadi primadona setiap Ramadan. Permintaan terhadap makanan ringan untuk berbuka puasa, seperti kolak, gorengan, es buah, es campur, dan aneka kue tradisional, selalu meningkat tajam.
Keunggulan bisnis ini terletak pada modal yang relatif kecil, perputaran uang yang cepat, serta target pasar yang luas. Lokasi strategis, seperti pinggir jalan, area perkantoran, atau dekat masjid, menjadi kunci utama keberhasilan. Inovasi rasa, kemasan higienis, dan sistem pre-order melalui media sosial dapat meningkatkan daya saing.
2. Katering Sahur dan Berbuka
Gaya hidup masyarakat perkotaan yang semakin sibuk membuat layanan katering sahur dan berbuka puasa semakin diminati. Banyak keluarga, pekerja, hingga anak kos memilih solusi praktis dibandingkan memasak sendiri.
Bisnis katering Ramadan dapat dikembangkan dengan berbagai paket, mulai dari paket harian, mingguan, hingga bulanan. Diferensiasi menu sehat, menu rumahan, atau menu diet juga bisa menjadi nilai tambah. Kepercayaan konsumen sangat ditentukan oleh konsistensi rasa, kebersihan, dan ketepatan waktu pengantaran.
3. Usaha Parcel dan Hampers Ramadan
Tradisi berbagi di bulan Ramadan dan Idulfitri mendorong tingginya permintaan parcel dan hampers. Isinya pun semakin beragam, tidak hanya makanan, tetapi juga produk kesehatan, perlengkapan ibadah, hingga produk UMKM lokal.
Bisnis hampers memiliki fleksibilitas tinggi dalam penentuan harga dan segmentasi pasar. Pengemasan yang menarik, konsep tematik, serta promosi digital melalui media sosial dan marketplace menjadi faktor penting untuk menarik pembeli, termasuk dari kalangan perusahaan dan instansi.
4. Produk Fashion Muslim dan Perlengkapan Ibadah
Ramadan juga identik dengan peningkatan kebutuhan fashion muslim, seperti baju koko, gamis, hijab, sarung, serta mukena. Menjelang Lebaran, permintaan produk-produk ini biasanya melonjak drastis.
Pelaku usaha dapat memanfaatkan sistem reseller atau dropship untuk menekan modal awal. Selain itu, produk perlengkapan ibadah, seperti sajadah, Al-Qur’an, tasbih digital, dan peci, juga memiliki pasar yang stabil, terutama jika dikemas sebagai paket Ramadan.
5. Jasa Digital dan Konten Ramadan
Perkembangan ekonomi digital membuka peluang bisnis jasa berbasis online selama Ramadan. Jasa desain grafis untuk promosi Ramadan, pengelolaan media sosial, pembuatan konten Islami, hingga penulisan caption promosi banyak dibutuhkan oleh pelaku usaha.
Selain itu, kreator konten bertema Ramadan—mulai dari resep, tips ibadah, hingga edukasi keuangan syariah—juga memiliki peluang monetisasi melalui iklan, afiliasi, dan kerja sama brand.
Penutup
Bulan puasa selalu menghadirkan peluang ekonomi yang besar bagi siapa saja yang jeli membaca kebutuhan pasar. Ide bisnis jelang puasa 2026 pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, namun inovasi, pelayanan, dan pemanfaatan teknologi menjadi pembeda utama.
Dengan perencanaan matang dan eksekusi yang konsisten, Ramadan bukan hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi pelaku usaha.*
Editor : Krisna Widi Aria











