• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Sosial Budaya

The Story of Buniayu: Mengangkat Desa Buniayu sebagai Sentra Anyaman Bambu ke Ranah Internasional

Fahmi by Fahmi
Sabtu, 10 Januari 2026 17:08
in Sosial Budaya, Tangerang
0
The Story of Buniayu: Mengangkat Desa Buniayu sebagai Sentra Anyaman Bambu ke Ranah Internasional

Suasana konferensi pers The Story of Buniayu yang mengangkat Desa Buniayu sebagai sentra anyaman bambu ke ranah internasional.

0
SHARES
73
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – The Story of Buniayu merupakan program kolaborasi lintas mata kuliah yang digagas mahasiswa kelas internasional angkatan 27 London School of Public Relations (LSPR). Program ini akan dilaksanakan pada 10 Januari 2026 di Desa Buniayu, Kabupaten Tangerang.

Kegiatan ini melibatkan mata kuliah PR Program and Evaluation, Creative Production and Publicity, Communication Techniques, serta Community Development. Tujuannya adalah mengangkat potensi Desa Buniayu sebagai sentra anyaman bambu tradisional melalui pelatihan digital (digital training) dan pengembangan produk (product development) guna memperkuat promosi serta daya saing produk lokal Indonesia.

Melalui rangkaian International Mentoring and Workshop Programme (IMWP) 2026, produk anyaman bambu khas Desa Buniayu akan diperkenalkan ke pasar internasional, khususnya Malaysia. Dalam proses pendampingan, mahasiswa bekerja langsung bersama para pengrajin Saung Bakul Buniayu.

Penggerak Saung Bakul Buniayu, Kang Dhany, menyampaikan bahwa kolaborasi mahasiswa LSPR bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro membuka peluang besar bagi pengembangan produk anyaman bambu ke arah yang lebih inovatif dan bernilai tambah.

“Kolaborasi ini menambah wawasan masyarakat tanpa meninggalkan tradisi lokal yang sudah turun-temurun,” ujarnya melalui keterangan pers yang diterima Sabtu, 10 Januari 2026.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Penyelenggara The Story of Buniayu, Moza Febrianita, menuturkan bahwa program ini bertujuan mendorong penguatan UMKM serta keberlanjutan produk tradisional Indonesia melalui pendekatan digital dan desain produk.

“Kami ingin memperkuat promosi digital, meningkatkan mutu desain, serta mendorong daya saing pengrajin lokal agar produk anyaman bambu dapat dikenal dan bersaing di tingkat internasional,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kampanye The Story of Buniayu terbagi dalam tiga tahap. Pada tahap pra-acara (pre-event) dilakukan pelatihan digital, pendampingan pembuatan konten, serta pengembangan usaha produk.

Tahap acara utama (main event) akan diisi dengan mini exhibition di Malaysia untuk menampilkan produk anyaman bambu kepada audiens internasional.

Sebagai penutup, tahap pasca-acara (post-event) meliputi pembuatan video dokumenter, rangkuman konten media sosial, serta kunjungan lanjutan ke Desa Buniayu untuk melihat perkembangan pengrajin pascakampanye.

The Story of Buniayu mengusung tagline “Reviving Indonesian Pride” sebagai simbol penguatan budaya lokal melalui kreativitas mahasiswa. Inisiatif ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).

Desa Buniayu sendiri dikenal sebagai sentra kerajinan anyaman bambu di Kabupaten Tangerang, yang menghasilkan berbagai produk seperti tas, wadah multifungsi, dan perlengkapan rumah tangga berbasis teknik tradisional.*

Editor : Krisna Widi Aria

Tags: anyaman bambuBuniayuDesa Buniayu TangerangLSPRMalaysiaMoza FebrianitaUMKM
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

BPBD Lebak Sebut Drainase Buruk Jadi Penyebab Banjir Tahunan di Wanasalam

Next Post

Laporan Dugaan Pungli Uji KIR Dibantah, Dishub Lebak Akui Aduan Selalu Ada

Next Post
Laporan Dugaan Pungli Uji KIR Dibantah, Dishub Lebak Akui Aduan Selalu Ada

Laporan Dugaan Pungli Uji KIR Dibantah, Dishub Lebak Akui Aduan Selalu Ada

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Indeks Pencemaran Udara Kota Tangerang Kategori Sedang

Indeks Pencemaran Udara Kota Tangerang Kategori Sedang

by Syaiful Adha
Sabtu, 12 September 2026 15:40
0

Potret Kota Tangerang dari udara. Indeks pencemaran udara di kota ini kategori sedang.

Banten Haji dan Umrah Fair 2026, Jembatan Menuju Tanah Suci

Banten Haji dan Umrah Fair 2026, Jembatan Menuju Tanah Suci

by Adam Fadillah
Sabtu, 12 September 2026 15:35
0

Banten Haji dan Umrah Fair 2026 di Cilegon Center Mall, Jumat, 11 September 2026.

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.