PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah ibu-ibu pelaku UMKM di Perumahan Griya Saguna Indah (GSI), Desa Sukasari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, menyulap limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomis berupa bunga hias dari kantong kresek.
Namun, keterbatasan modal masih menjadi kendala utama pengembangan usaha tersebut.
Ketua PKK RT 007 Perumahan GSI, Siti Pujaemah, mengatakan, dukungan permodalan dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pemasaran kerajinan bunga berbahan limbah plastik.
“Selama ini produksi masih terbatas karena modal minim. Kami berharap ada dukungan permodalan agar usaha ini bisa berkembang,” ujar Puja, Jumat 30 Januari 2026.
Puja menjelaskan, pemanfaatan limbah plastik menjadi bunga kerajinan tidak hanya bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga meningkatkan perekonomian keluarga, khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga.
“Plastik sulit terurai, jadi kami olah menjadi produk bernilai ekonomi yang bisa menambah penghasilan,” katanya.
Selain berdampak positif terhadap lingkungan, kegiatan tersebut juga mendorong kreativitas warga dalam mengolah limbah menjadi karya seni bernilai jual. Produk bunga plastik kresek ini dapat digunakan sebagai hiasan ruangan dan alternatif pengganti bunga asli.
Saat ini, pemasaran masih dilakukan secara luring melalui penjualan langsung dan pameran UMKM. Harga produk bervariasi, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu, tergantung model dan tingkat kerumitan.
Ketua RT 007 RW 005 Desa Sukasari, Aldo Marantika, mengapresiasi kreativitas ibu-ibu Perumahan GSI. Menurutnya, program tersebut mampu mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Program ini sangat bagus karena lingkungan terjaga dan ekonomi warga ikut meningkat,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani.
Ia menilai hasil karya ibu-ibu Perumahan Griya Saguna Indah layak menjadi contoh bagi kelompok masyarakat lainnya.
“Bunganya bagus-bagus, ibu-ibunya kreatif semua. Kegiatan seperti ini patut dicontoh karena bisa menambah penghasilan sekaligus mengurangi sampah plastik,” kata Dewi.
Ke depan, Dewi berencana mendorong kolaborasi antara ibu-ibu Perumahan GSI dengan Yayasan Irna Center untuk mendukung pengembangan UMKM, khususnya dalam aspek permodalan dan pemasaran.
Editor Daru











