SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten bergerak cepat menekan potensi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan menggelar vaksinasi massal bagi hewan ternak, Kamis, 5 Februari 2026.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, drh. Ari Mardiana, mengatakan bahwa pada tahap awal vaksinasi menyasar 50 ekor ternak yang terdiri dari 10 ekor kerbau, 25 ekor sapi pedaging, dan 15 ekor sapi perah. Vaksinasi diprioritaskan untuk hewan yang masih sehat di sekitar lokasi temuan kasus guna membentuk kekebalan kelompok.
Langkah ini dibarengi dengan pengetatan pengawasan distribusi ternak. Setiap hewan yang masuk ke wilayah Banten diwajibkan memenuhi standar kesehatan dan protokol lalu lintas ternak guna meminimalisir risiko penularan penyakit.
“Saat ini belum ada laporan hewan ternak yang mati akibat PMK ini, puluhan hewan yang terjangkit pun sudah diberikan penanganan,” ungkapnya.
Di tengah kewaspadaan terhadap PMK, Distan Banten memastikan bahwa hingga saat ini Provinsi Banten masih berstatus aman dan bebas dari kasus antraks. Surveilans kesehatan hewan terus ditingkatkan, terutama menjelang meningkatnya lalu lintas ternak menjelang musim kurban.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M. Tauchid, mengimbau peternak untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat biosekuriti kandang.
“Kami minta peternak tidak panik, tetapi tetap waspada. Segera laporkan jika ada gejala seperti air liur berlebih atau luka pada kuku ternak,” tegas Agus.
Ia juga menekankan pentingnya karantina mandiri bagi ternak baru sebelum digabungkan dengan ternak lama sebagai upaya memutus rantai penularan.
Pemerintah Provinsi Banten memastikan ketersediaan obat-obatan dan vaksin akan terus dijaga agar peternak tetap tenang menghadapi musim kurban mendatang.*
Editor : Krisna Widi Aria











