PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Beredar sebuah video penerimaan piagam penghargaan Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani dari Kemendes PDT tertukar dengan Bupati Serang.
Tertukarnya piagam penghargaan itu karena adanya kekeliruan saat penyerahan oleh pihak panitia bukan berarti pembatalan mendapatkan piagam penghargaan.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mendapatkan piagam penghargaan dari Kemendes PDT RI atas kontribusi besarnya dalam mendukung penguatan tata kelola pemerintahan desa dan percepatan pembangunan desa.
Kepala Diskomsantik dan selaku Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pandeglang, Tb. Nandar Suptandar, menegaskan bahwa Kabupaten Pandeglang benar menerima penghargaan atas kontribusi dan komitmennya dalam mendukung penguatan tata kelola pemerintahan desa serta percepatan pembangunan desa.
“Namun demikian, pada saat prosesi penyerahan piagam penghargaan, terjadi kekeliruan administratif dari pihak protokoler kementerian,” katanya, Selasa, 17 Februari 2026.
Piagam yang diserahkan kepada Bupati Pandeglang sempat tertukar dengan piagam milik Bupati Serang.
“Kekeliruan itu murni bersifat teknis dan administratif, bukan karena adanya pembatalan ataupun kesalahan dalam proses penilaian,” katanya.
Secara substansi, penghargaan it memang diperuntukkan bagi Kabupaten Pandeglang berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian resmi oleh Kemendesa PDT.
“Pemkab Pandeglang telah melakukan konfirmasi dan komunikasi langsung dengan pihak kementerian,” katanya.
Terkait hal itu, merupakan kekeliruan administrasi itu pun telah menjadi perhatian untuk segera melakukan perbaikan sesuai prosedur yang berlaku.
Pemkab Pandeglang juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial.
“Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak terjadi kesalahpahaman terkait penghargaan yang diterima Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi

