TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lanskap investasi 2026 diprediksi menawarkan prospek yang lebih matang dan cerah karena didorong oleh pertumbuhan ekonomi makro serta perbaikan sentimen global yang solid.
Hal ini menyuguhkan berbagai peluang investasi yang menarik dan menjanjikan bagi para investor, baik konservatif, moderat, maupun agresif.
Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut beberapa investasi terbaik pada tahun 2026.
1. Emas
Emas merupakan aset safe haven karena nilainya stabil dan cenderung meningkat ketika kondisi politik, ekonomi global, atau pasar modal sedang tidak pasti.
Tren harga emas dalam 10 tahun terakhir terus menunjukkan hasil yang positif dan diproyeksikan akan mengalami kenaikan pada 2026.
Emas termasuk pilihan aset ideal bagi investor konservatif yang memprioritaskan lindung nilai dan keamanan modal (capital preservation) daripada keuntungan spekulatif tinggi.
Pasalnya, instrumen tersebut menawarkan tingkat likuiditas tinggi, stabilitas hasil jangka panjang, serta harga yang cenderung meningkat.
Inilah mengapa tidak heran jika investor menggunakannya untuk diversifikasi sehingga portofolio terlindungi dari risiko drawdown (kerugian besar) saat pasar mulai terguncang.
Apalagi, emas tidak sulit untuk diakses. Tidak hanya fisik, investor bisa melakukan investasi emas secara digital, salah satunya melalui produk Tabungan Emas dari Pegadaian.
Menabung emas tidak harus mahal. Sebagai investor, kamu dapat mulai dari nominal kecil, yaitu minimal Rp10 ribuan saja.
2. Saham
Saham masih menjadi opsi teratas investasi terbaik 2026. Aset ini memiliki likuiditas tinggi serta peluang pertumbuhan yang signifikan.
Saham Indonesia termasuk yang bisa dipertimbangkan karena pertumbuhan ekonomi domestik cenderung kuat serta didukung sektor teknologi dan energi terbarukan.
Lalu, ada saham Amerika yang diproyeksikan memiliki optimisme kuat karena dominasi sektor AI dan teknologi dengan fokus pada growth stock yang memungkinkan investor memperoleh capital gain signifikan.
Baca juga: Investasi Jangka Panjang: Jenis, Manfaat, dan Pilihan Terbaik di Pegadaian
3. Obligasi dan Surat Berharga Negara
Jika kamu mengutamakan hasil investasi yang stabil, maka obligasi dan Surat Berharga Negara (SBN), seperti Obligasi Negara Ritel (ORI), dapat menjadi jawabannya.
Risiko obligasi pemerintah relatif rendah dan menawarkan imbal hasil yang diprediksi tetap atraktif dibandingkan rata-rata historisnya, terutama di tengah ekspektasi penurunan suku bunga.
Instrumen ini didukung oleh terjaganya kebijakan fiskal dan kredibilitas negara sehingga cocok sebagai penyeimbang portofolio karena bisa memberikan stabilitas cash flow di tengah fluktuasi pasar saham maupun aset digital.
4. Aset Kripto
Masih bingung investasi apa yang bagus saat ini? Cobalah pertimbangkan aset kripto sebagai pilihan karena regulasinya semakin matang dan adopsi institusionalnya makin luas.
Alhasil, hal tersebut dapat mendorong kestabilan pasar. Walaupun cukup volatil, diversifikasi investasi dalam aset kripto berpotensi meminimalkan risiko sambil meraup profit dari bull market.
Potensi pertumbuhan aset kripto yang tinggi cenderung didorong oleh inovasi, seperti DeFi (Decentralized Finance) dan NFT (Non-Fungible Token).
5. Reksa Dana
Bagi kamu yang menginginkan manajemen profesional dengan risiko investasi tersebar, maka reksa dana cocok sebagai opsi investasi terbaik 2026.
Di Indonesia, reksa dana saham serta reksa dana campuran diperkirakan dapat memberikan imbal hasil lebih dari 8 persen karena adanya pemulihan pasar.
Investasi reksa dana dapat dimulai dengan modal minim. Investor bisa menerapkan diversifikasi built-in untuk strategi jangka menengah hingga panjang.
6. Perak
Selain emas, perak juga dinilai bisa menjadi instrumen investasi terbaik 2026 berkat transisi energi hijau yang berfokus pada logam langka serta energi terbarukan.
Permintaan kendaraan listrik (EV) dan panel surya yang meningkat sementara persediaan terbatas membuat harga perak diperkirakan mengalami kenaikan.
Investor dapat mulai berinvestasi perak dalam bentuk fisik maupun digital dan menjadikannya sebagai hedging portofolio untuk memitigasi risiko geopolitik.
7. Exchange Traded Fund
Secara umum, cara kerja produk ini serupa dengan reksa dana. Hanya saja, transaksi jual belinya dilakukan di bursa selayaknya saham.
Exchange Traded Fund (ETF) berisi sekumpulan aset, seperti obligasi, saham, atau komoditas. Produk ini relevan untuk strategi diversifikasi instan dengan biaya rendah.
Pasalnya, ETF mengikuti indeks global, seperti S&P 500. Aset ini menawarkan stabilitas di tengah ketidakpastian ekonomi dengan prediksi pengembalian 8 hingga 12 persen.*
Editor : Krisna Widi Aria











