CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Cilegon bakal mengalokasikan anggaran melalui skema hibah untuk merenovasi Masjid Agung Nurul Ikhlas yang mengalami sejumlah kerusakan pada fasilitas penunjangnya.
Langkah tersebut ditempuh lantaran status masjid merupakan tanah wakaf, sehingga tidak bisa dianggarkan melalui pos belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sejumlah fasilitas di masjid kebanggaan warga Kota Baja itu dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari kamar mandi, tempat wudhu, hingga kebocoran atap di beberapa titik.
Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani agar tidak mengganggu kenyamanan jamaah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Cilegon, Rahmatullah, mengatakan, perbaikan masjid akan diusulkan melalui mekanisme hibah pada tahun anggaran 2026.
“Karena tanahnya wakaf, jadi pengelolaannya oleh pemerintah daerah kita ajukan melalui hibah untuk tahun ini,” ujarnya, Jumat 20 Februari 2026.
Rahmatullah menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk renovasi tersebut diperkirakan mencapai Rp5 miliar.
Anggaran itu akan difokuskan pada perbaikan tempat wudhu, atap, menara, hingga pengecatan bangunan masjid.
“Kalau dianggarkan melalui OPD tidak bisa, karena itu bukan aset Pemkot melainkan wakaf. Jadi mekanismenya melalui hibah,” jelasnya.
Selain bangunan utama masjid, perbaikan juga direncanakan menyasar area Islamic Center yang berada di kawasan yang sama.
Pasalnya, beberapa bagian atap sudah mulai mengalami kebocoran dan membutuhkan penanganan segera.
Pemkot Cilegon berharap proses penganggaran hibah dapat berjalan lancar sehingga renovasi dapat segera direalisasikan.
Dengan demikian, fasilitas ibadah bagi masyarakat dapat kembali optimal, terutama menjelang momentum hari-hari besar keagamaan.
Editor: Bayu Mulyana












