PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang menerima audiensi dari Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten. Adapun audiensi UIN SMH Banten itu bertempat Kantor Bappeda Kabupaten Pandeglang.
Dalam audiensi antara UIN SMH Banten bersama Bappeda Pandeglang itu dihadiri Kepala Bappeda Sutoto, dan Sekretarisnya Joyce Irmawanti beserta jajaran.
Selanjutnya dari pihak Kampus UIN SMH Banten, yakni Dekan Fakultas Sains Profesor Dr Hidayatullah beserta jajaran dan dosen terkait.
Audiensi ini membahas peluang kerjasama strategis dalam mendukung program unggulan Kabupaten Pandeglang. Khususnya melalui penguatan tridarma perguruan tinggi.
Meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk melakukan penjajakan kerja sama guna memperkuat program-program unggulan daerah melalui sinergi antara pihak akademisi dan pemerintah daerah
Kepala Bappeda Pandeglang Sutoto mengatakan, telah disepakati pentingnya menetapkan target bersama dari 8 program unggulan daerah di masa kepemimpinan Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani dan Wakilnya Iing Andri Supriadi.
“Dengan merumuskan bentuk kegiatan yang terukur. Serta menjabarkan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pandeglang,” katanya, Minggu, 1 Maret 2026.
Sutoto menjelaskan, ada beberapa poin pembahasan utama yakni program Ngalangkah (Ngasuh Lanjutkeun Sakola). Pemberdayaan SDM Pandeglang, prospek pengembangan potensi daerah, bidang RIDA Bappeda, geopark eduwisata Pandeglang dan kolaborasi lingkungan.
“Audiensi ini menjadi langkah konkret, membangun kolaborasi berkelanjutan. Antara Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan pembangunan Pandeglang yang unggul ,inklusif, dan berbasis potensi lokal,”
Dalam rangka mewujudkan pembangunan daerah yang berkualitas berkelanjutan, Bupati Pandeglang Dewi Setiani dan Wakil Bupati Iing Andri Supriadi memiliki delapan program prioritas.
“Kami memiliki delapan program prioritas pembangunan, program ini diharapkan mampu mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Bupati Dewi.
Delapan program prioritas tersebut diantaranya Ponpes Go meliputi pemberdayaan UMKM Pondok pesantren, Kreativasi mencakup pasar produk kreatif seni dan budaya, Didingklik Dewi – Iing Klik pelayanan publik. Bakul (Bangga kuliner lembur) meliputi gerakan konsumsi pangan lokal, penuntasan desa wajib belajar.
“Kampung sehat untuk capaian layanan kesehatan, gerakan akselerasi skill lapangan kerja dan percepatan bangun infrastruktur unggul,” katanya.
Lebih lanjut Bupati Dewi menegaskan, untuk mewujudkan pembangunan yang berkualitas dibutuhkan kolaborasi dan sinergitas dari semua pihak, dari mulai proses perencanaan, realisasi hingga evaluasi yang konstruktif sebagai bagian perbaikan pelaksanaan pembangunan.
“Kami berharap program prioritas ini berjalan dengan baik, sehingga mampu mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan membawa kemajuan dan kesejahteraan untuk masyarakat Pandeglang,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











