CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Mengantisipasi potensi pohon tumbang di tengah cuaca ekstrem, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Cilegon menggencarkan pemangkasan dan penebangan pohon di sejumlah titik rawan.
Langkah ini dilakukan menyusul intensitas hujan deras dan angin kencang yang melanda Kota Cilegon sepanjang Januari hingga Februari 2026.
Selain demi keselamatan masyarakat, kegiatan tersebut juga bertujuan menjaga kerapihan dan estetika wajah kota agar tetap tertata dan nyaman dipandang.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cilegon, Edi Hendarto mengatakan, penebangan maupun pemangkasan dilakukan berdasarkan laporan dan permintaan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan survei lapangan.
“Memang di Perkim ini ada request dan permintaan dari masyarakat, kemudian kita survei. Jika sekiranya perlu ditebang, kita tebang,” ujarnya, Selasa 4 Maret 2026.
Menurutnya, selama periode cuaca ekstrem, jajaran Perkim hampir setiap hari turun ke lapangan.
Dalam sepekan, petugas rutin melakukan pemangkasan dan penebangan untuk mencegah risiko dahan patah atau pohon tumbang yang bisa membahayakan pengguna jalan.
“Paling banyak itu saat cuaca ekstrem. Dalam seminggu kita tiap hari ke lapangan untuk pemangkasan dan penebangan,” katanya.
Edi mengungkapkan, pada bulan sebelumnya jumlah pohon yang ditangani bisa mencapai sekitar 60 batang. Sementara pada bulan ini, seiring kondisi cuaca yang mulai membaik, pihaknya lebih fokus pada perapihan dan penataan.
Ia juga mencontohkan pemangkasan di kawasan Jalan Kembar yang dilakukan menyeluruh setelah sempat terjadi kecelakaan. Pemangkasan dilakukan untuk menghindari potensi gangguan pandangan pengendara maupun risiko dahan jatuh.
“Kemarin di Jalan Kembar kita lakukan pemangkasan semuanya karena sempat ada kecelakaan,” jelasnya.
Editor: Abdul Rozak











