SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Bersama milik Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang membudidayakan 800 ekor ayam petelur. Hasilnya, dalam satu hari mereka mampu panen telur sebanyak 36 kilogram per harinya.
Kepala Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Muhammad Aopidi, mengatakan pada tahun 2025 lalu pihaknya mengalokasikan 20 persen dana desa untuk program ketahanan pangan yakni budidaya ayam petelur.
“Sekarang sudah mulai maksimal produksinya. Sekarang dari total populasi 800 ekor, kita menghasilkan 36 kilogram telur per harinya,” katanya, Rabu 4 Maret 2026.
Ia mengungkapkan, saat ingin budidaya ayam petelur di Desa Kadugenep, telah berlangsung selama tiga bulan. Dengan sudah mulai produktifnya ayam petelur, maka biaya operasional sudah bisa tertutupi dari penjualan.
“Kita prediksi nanti puncak masa panennya bisa di angka 40 sampai 42 kilogram per hari. Untuk harga jualnya saat ini Rp26 kilogram per hari,” tegasnya.
Aop mengaku, saat ini hasil panen di Desa Kadugenep belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan, produksi setiap harinya selalu habis diserap oleh masyarakat di Desa Kadugenep.
“Kita melayani untuk masyarakat, agar keberadaan BUMDes bisa dirasakan manfaatnya juga oleh masyarakat dengan bisa membeli telur dengan harga murah. Selain itu kita juga jual langsung ke agen-agen yang ada di Desa Kadugenep,” ujarnya.
Aop mengaku, sengaja memilih komoditas ayam petelur karena dari segi perawatan reaktif lebih mudah. Selain itu, hasil panennya juga mudah untuk diserap. “Modal awal kota sekitar 20 persen dari dana desa atau sebesar Rp200 juta,” ujarnya.
Ia mengaku, sebenarnya masih ingin menambah populasi ayam petelur di kandang milik BUMDes tersebut. Namun, karena adanya realokasi anggara dana desa untuk KDMP, maka pihaknya tidak bisa melakukan upaya tersebut dalam waktu dekat.
“Alhamdulillah saat ini sudah ada dua orang warga yang bekerja di BUMDes Maju Bersama,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











