SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Banten hingga 10 Maret 2026.
Potensi cuaca ekstrem dapat berupa hujan lebat, angin kencang hingga banjir rob.
BBMKG mencatat adanya potensi angin kencang hingga mencapai 45 km/jam yang berpeluang terjadi pada periode 04 – 08 Maret 2026 di sebagian besar wilayah Provinsi Banten.
Kondisi ini dipicu oleh adanya Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat.
“Bibit Siklon itu memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Banten,” kata Kepala BBMKG Wilayah II Hartanto, Kamis 5 Maret 2026.
Dikatakannya, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi tinggi gelombang laut diprakirakan mencapai kategori tinggi (2.5 – 4.0 m) yang berpeluang terjadi di Selat Sunda bagian barat Pandeglang dan Perairan selatan Pandeglang, serta kategori sedang (1.25 – 2.5 m) di Selat Sunda bagian Utara dan Perairan Selatan Lebak.
Selain itu, adanya fenomena fase bulan purnama pada 03 Maret 2026 juga berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
Berdasarkan pemantauan data water level serta prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi pada periode 04 – 09 Maret 2026, khususnya di Pesisir Selat Sunda Barat Pandeglang (Kec. Labuan), Pesisir Selatan Pandeglang (Kec. Cikeusik), dan Pesisir Selatan Lebak (Kec. Bayah).
“Berdasarkan hasil analisis tersebut, BBMKG Wilayah II memprakirakan bahwa beberapa fenomena atmosfer yang tengah aktif berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di Provinsi Banten selama 1 pekan kedepan,”ungkapnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah rawan bencana, dengan melakukan langkah antisipatif demi keselamatan serta selalu memantau informasi cuaca resmi melalui aplikasi *InfoBMKG* dan media sosial *@bmkgwilayah2*.
Informasi akan terus diperbarui sesuai perkembangan cuaca terbaru.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











