SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan total anggaran perbaikan dan pembangunan jalan pada 2026 dapat menembus lebih dari Rp100 miliar.
Anggaran tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari APBD Kota Serang, bantuan keuangan provinsi, hingga dukungan pemerintah pusat.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi mengatakan, pada tahun ini Pemkot Serang juga mendapat tambahan Dana Bagi Hasil (DBH) yang diharapkan dapat memperkuat pembiayaan sektor infrastruktur, khususnya perbaikan jalan di sejumlah wilayah.
“Ada penambahan DBH. Mudah-mudahan di bulan-bulan ini bisa keluar dan kita akan prioritaskan untuk perbaikan jalan, termasuk penambahan anggaran,” ujar Budi, Kamis 5 Maret 2026.
Ia menjelaskan, salah satu proyek perbaikan jalan yang sedang berjalan saat ini berada di Kecamatan Taktakan.
Namun, pengerjaan fisik belum dimulai karena masih berada pada tahap lelang.
Menurutnya, seluruh proses pengadaan proyek jalan dilakukan sesuai mekanisme administrasi yang berlaku dalam sistem keuangan negara.
“Mulai tahap lelang semua,” katanya.
Budi mengatakan, program perbaikan dan peningkatan jalan pada 2026 menjadi yang terbanyak sejak Kota Serang berdiri. Hal tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi infrastruktur dasar bagi masyarakat.
“Di era pemerintahan Kota Serang sejak berdiri ini paling banyak,” ungkapnya.
Meski demikian, Budi meminta masyarakat bersabar apabila masih terdapat ruas jalan yang belum tertangani. Ia menilai proses administrasi serta kondisi cuaca turut memengaruhi percepatan pelaksanaan pekerjaan.
“Tapi mohon sabarnya karena ada proses keuangan negara yang harus dilalui. Administrasinya ada tahapannya. Semoga dipermudah,” tuturnya.
Ia menargetkan seluruh program perbaikan dan pembangunan jalan yang telah direncanakan pada tahun ini dapat selesai tepat waktu.
“Iya, target tahun ini selesai semua,” katanya.
Budi menjelaskan, metode penanganan jalan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan.
Untuk peningkatan kualitas jalan akan dilakukan betonisasi, sementara kerusakan ringan seperti jalan berlubang ditangani dengan metode hotmix sebagai bagian dari pemeliharaan.
“Kalau betonisasi itu untuk peningkatan. Kalau hotmix untuk pemeliharaan, misalnya ada yang berlubang cepat-cepat kita hotmix,” jelasnya.
Ia mengatakan, pembiayaan pembangunan jalan di Kota Serang tidak hanya bergantung pada APBD. Terdapat dukungan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Banten serta kontribusi pemerintah pusat melalui balai jalan nasional.
“Dari Bankeu saja sekitar Rp55 miliar. Itu di luar APBD. Kalau ditambah dukungan dari provinsi dan pusat, totalnya bisa di atas Rp100 sampai Rp150 miliar,” tuturnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











