• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Cadangan Hanya Cukup 21 Hari, Ini Dampak Kenaikan Harga Minyak dan Gas terhadap Ekonomi Indonesia

Yusuf Permana by Yusuf Permana
Jumat, 6 Maret 2026 06:28
in Berita Utama, Umum
Cadangan Hanya Cukup 21 Hari, Ini Dampak Kenaikan Harga Minyak dan Gas terhadap Ekonomi Indonesia

Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia. (Disway.id)

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel diprediksi akan memicu kenaikan harga minyak dan gas dunia. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi negara produsen energi, tetapi juga negara pengimpor seperti Indonesia.

Sebagai negara yang masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak, Indonesia sangat sensitif terhadap perubahan harga energi global. Lonjakan harga minyak dan gas dapat memicu berbagai dampak ekonomi, mulai dari tekanan terhadap anggaran negara hingga kenaikan biaya hidup masyarakat.

RelatedPosts

Realisasi PAD Banten 2026

Realisasi Pendapatan Daerah Banten 2026 Baru 64,97 Persen, Bapenda Genjot Penagihan Pajak Kendaraan

Jumat, 9 Oktober 2026 13:02
Disdukcapil Cilegon

Disdukcapil Cilegon Rekam 1.719 Pelajar, 382 KTP-el Sudah Dicetak

Jumat, 9 Oktober 2026 12:59
Mahasiswa UNIVAL Kunjungi PT KBS

Mahasiswa UNIVAL Kunjungi PT KBS, Pelajari Manajemen Industri Kepelabuhanan

Jumat, 9 Oktober 2026 12:55
Pilar Saga Ichsan Hadiri Sidang Promosi Doktor Bidang Ilmu Hukum di Unpad

Pilar Saga Ichsan Dijadwalkan Hadiri Sidang Promosi Doktor di Unpad

Jumat, 9 Oktober 2026 12:52

Apalagi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia hanya cukup hingga 21 hari ke depan. Hal ini tentu menjadi perhatian serius, sebab menurunnya cadangan minyak dapat menimbulkan efek domino, seperti:

1. Tekanan pada Anggaran Negara

Salah satu dampak paling langsung adalah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah biasanya menetapkan asumsi harga minyak dunia setiap tahun dalam penyusunan anggaran. Namun ketika harga minyak melonjak akibat konflik global, biaya impor energi bisa meningkat di luar perkiraan.

Kondisi ini berpotensi menambah beban subsidi energi, terutama untuk bahan bakar minyak dan listrik. Jika harga minyak dunia terus naik, pemerintah harus menyesuaikan kebijakan fiskal agar anggaran tetap stabil.

2. Potensi Kenaikan Harga BBM

Kenaikan harga minyak mentah global juga dapat mempengaruhi harga bahan bakar di dalam negeri. Perusahaan energi seperti Pertamina harus menyesuaikan biaya produksi dan distribusi dengan harga minyak dunia.

Jika lonjakan harga terjadi dalam waktu lama, pemerintah biasanya memiliki dua pilihan kebijakan, yakni menambah subsidi energi atau menyesuaikan harga BBM. Kedua opsi tersebut sama-sama memiliki konsekuensi ekonomi yang tidak kecil.

3. Mendorong Inflasi

Harga minyak merupakan komponen penting dalam sistem ekonomi karena mempengaruhi biaya transportasi dan distribusi barang. Ketika harga energi naik, biaya logistik juga meningkat.

Dampaknya, harga berbagai kebutuhan masyarakat—mulai dari bahan makanan hingga tarif transportasi—berpotensi ikut naik. Kondisi ini dapat memicu inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat.

Bagi sektor usaha, kenaikan biaya energi juga dapat meningkatkan biaya produksi sehingga harga barang dan jasa menjadi lebih mahal.

4. Dampak pada Industri dan Logistik

Sektor industri dan transportasi termasuk yang paling merasakan dampak kenaikan harga energi. Industri manufaktur, transportasi, hingga sektor perikanan sangat bergantung pada bahan bakar.

Ketika harga BBM naik, biaya operasional perusahaan juga meningkat. Hal ini bisa mengurangi margin keuntungan perusahaan, bahkan dalam beberapa kasus dapat menekan aktivitas produksi.

Selain itu, biaya logistik yang lebih mahal juga dapat mempengaruhi distribusi barang antar daerah di Indonesia yang memiliki wilayah kepulauan luas.

5. Nilai Tukar Rupiah Bisa Tertekan

Lonjakan harga minyak dunia juga berpotensi menekan nilai tukar rupiah. Ketika harga energi naik, kebutuhan impor minyak biasanya meningkat secara nilai.

Hal ini dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar AS untuk pembayaran impor energi. Jika permintaan dolar meningkat, nilai tukar rupiah bisa mengalami tekanan.

Pelemahan rupiah pada akhirnya dapat memperbesar biaya impor energi dan memperkuat tekanan terhadap perekonomian domestik.

6. Momentum Memperkuat Ketahanan Energi

Di sisi lain, situasi ini juga menjadi pengingat pentingnya memperkuat ketahanan energi nasional. Ketergantungan yang tinggi terhadap impor minyak membuat ekonomi Indonesia rentan terhadap gejolak global.

Karena itu, pemerintah terus mendorong diversifikasi energi melalui pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya, panas bumi, dan bioenergi.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.

Situasi saat ini menunjukkan bahwa stabilitas energi global memiliki hubungan erat dengan kondisi ekonomi nasional. Oleh karena itu, penguatan ketahanan energi dan diversifikasi sumber energi menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.*

Editor : Krisna WIdi Aria

Tags: BBM naikcadangan minyakharga minyakkonflik Iran vs AS-Israel
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Tegas! Gubernur Banten Larang ASN Bawa Mobil Dinas Mudik

Next Post

Spurs Tersungkur di Kandang, Tottenham Hotspur Dipermalukan Crystal Palace 3-1

Next Post
Spurs Tersungkur di Kandang, Tottenham Hotspur Dipermalukan Crystal Palace 3-1

Spurs Tersungkur di Kandang, Tottenham Hotspur Dipermalukan Crystal Palace 3-1

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 09:16
Benyamin Lantik 55 PNS Baru

Benyamin Davnie Lantik 55 PNS Baru di Lingkungan Pemkot Tangerang Selatan

Rabu, 7 Oktober 2026 12:41
Belanja Pegawai Pemprov Banten Nyaris 30 Persen dari APBD, Pemprov Siapkan Efisiensi

Belanja Pegawai Pemprov Banten Nyaris 30 Persen dari APBD, Pemprov Siapkan Efisiensi

Rabu, 7 Oktober 2026 20:09
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Aset Gedung Lama Pemkab Tangerang

Gedung Lama Pemkab Tangerang Tak Terurus, BPKAD Akan Telusuri Penggunanya

Rabu, 7 Oktober 2026 14:47
PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Pusat, Pemprov Banten Alihkan Anggaran untuk Pembangunan

PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Pusat, Pemprov Banten Alihkan Anggaran untuk Pembangunan

Rabu, 7 Oktober 2026 06:30
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Polres Serang

Polres Serang Tangkap DPO Narkoba setelah Tiga Tahun Buron, Sabu 93,33 Gram Disita

by Fahmi
Jumat, 9 Oktober 2026 13:07
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Setelah buron selama tiga tahun, BA (33), tersangka kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu yang masuk daftar...

Realisasi PAD Banten 2026

Realisasi Pendapatan Daerah Banten 2026 Baru 64,97 Persen, Bapenda Genjot Penagihan Pajak Kendaraan

by Yusuf Permana
Jumat, 9 Oktober 2026 13:02
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Realisasi pendapatan daerah Provinsi Banten mencapai Rp6,55 triliun atau 64,97 persen dari target Rp10,08 triliun hingga 30...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.