LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Memasuk hari ke dua Lebaran Idul Fitri 2026, aktivitas jual beli di pasar Rangkasbitung, mulai kembali berangsur normal, meski belum seramai hari-hari sebelum Lebaran Idul Fitri.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak terus melakukan pemantuan terhadap pergerakan harga di pasar tradisional. Langkah ini untuk memastikan stabilitas harga serta mencegah lonjakan yang berlebihan.
Kabid Disperindag Lebak Yani mengatakan, aktivitas jual beli di pasar Rangkasbitung dan pasar lainnya di Lebak sudah mulai kembali berjalan normal tepatnya sejak H+2 Idul Fitri 2026.
“Ya, transaksi jual beli mulai berangsur normal dan meningkat sejak Hari ke dua Idul Fitri. Peningkatan itu juga bisa terlihat dari volume sampah yang meningkat. Alhmdulilah 80 persen kios/toko sudah kembali buka berjualan normal seperti biasa,” kata Yani, Selasa 24 Maret 2026.
Ia mengatakan, Disperindag Lebak terus melakukan pemantuan terhadap pergerakan harga di pasar tradisional.
“Langkah ini untuk memastikan stabilitas harga serta mencegah lonjakan yang berlebihan pasca Lebaran Idul Fitri,” katanya.
Soal pengangkutan sampahpun ditingkatkan dari dua kali menjadi tiga kali dalam sehari dengan jadwal pengangkutan, pagi, siang dan malam hari.
“Kami berkoordinasi dengan bidang Kebersihan pada DLH Lebak terkait dengan peningkatan volume sampah selama libur Idul Fitri. Hasilnya, sejauh ini sampah dapat ditanganani dengan baik. Sehingga, tidak ada sampah yang tak ter angkut,” ujarnya.
Sementara itu salah seorang petugas kebersihan pada DLH Lebak Rubadi mengaku selama libur Idul Fitri ini ia dan beberapa temannya terpaksa tetap bekerja sebagaimana biasanya. Sebab, bila libur panjang seperti Idul Fitri volume sampah rumah tangga akan meningkat.
“Kami tetap bekerja menunaikan tugas dari pimpinan. Kalau kami petugas kebersihan tidak bekerja bias-bisa Rangkasbitung dipenuhi sampah-sampah,” ujarnya.
Editor: Abdul Rozak











