CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Edison Sitorus, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, 17 Maret 2026.
Dalam agenda tersebut, Edison menyoroti ancaman serius disinformasi terhadap keutuhan dan kedaulatan bangsa di era digital.
Di hadapan tokoh masyarakat, pemuda, dan warga Cibeber, Edison menegaskan bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai luhur bangsa bukan sekadar seremoni rutin, melainkan instrumen vital dalam menyaring informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Edison menyampaikan kekhawatirannya terhadap maraknya hoaks dan disinformasi yang berpotensi memecah belah persatuan. Menurutnya, informasi palsu yang dibiarkan dapat mengikis kepercayaan publik terhadap institusi negara dan merusak tatanan sosial.
”Disinformasi adalah ancaman nyata bagi kedaulatan kita. Jika masyarakat mudah terprovokasi oleh berita bohong, maka pondasi bangsa kita akan rapuh. Di sinilah Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika hadir sebagai kompas untuk membedakan mana yang membangun dan mana yang merusak,” ujar Edison Sitorus.
Lebih lanjut, legislator dari daerah pemilihan Banten ini menjelaskan bahwa kedaulatan sebuah negara saat ini tidak hanya diukur dari kekuatan militer, tetapi juga dari ketahanan informasi dan mentalitas warga negaranya.
Sebagai anggota Fraksi PAN, Edison menegaskan komitmen partainya untuk terus mengawal edukasi politik yang sehat dan mencerdaskan. Ia berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat Cilegon, khususnya di Cibeber, memiliki imunitas yang kuat terhadap serangan siber maupun propaganda yang bertujuan mendelegitimasi negara.
”Kedaulatan bangsa ada di tangan rakyat yang cerdas. Dengan memegang teguh Empat Pilar, kita tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh narasi-narasi menyesatkan yang ingin memecah belah kita,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana warga menyatakan komitmennya untuk menjaga kondusivitas wilayah dari pengaruh negatif disinformasi.
Editor: Bayu Mulyana

