LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Lebak optimistis menjadi lumbung padi pangan nasional. Setiap tahun produksi padi di Lebak selalu surplus.
Asda II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lebak, Rahmat mengatakan, untuk mewujudkannya, Pemkab Lebak berkomitmen untuk terus memacu peningkatan produksi padi di Lebak. Tahun 2025, produksi padi mencapai 436.300 ton.
Rahmat mengatakan, hasil produksi padi di Lebak menggembirakan karena selalu surplus. “Selain padi, produksi tanaman pangan, palawija, dan berbagai komoditas hortikultura juga mengalami peningkatan,” kata Rahmat, Sabtu, 10 April 2026.
Ia menambahkan, pihaknya terus menggenjot produksi Pajale (Padi, Jagung dan Kedelai). “Alhamdulilah untuk beras, kita sudah swasembada, bahkan Lebak sudah menyuplai kebutuhan beras DKI Jakarta,” katanya.
Keberhasilan Pemkab Lebak terus meningkatkan produksi Pajale pada tahun ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Pemerintah akan menjadikan Lebak sebagai percontohan bagi daerah kabupaten /kota lainnya di Indonesia. “Pemerintah menganggap kebijakan Pemkab telah mampu mewujudkan cita-cita nasional terkait swasembada dan kedaulatan pangan,” tuturnya.
Kata dia, sektor pertanian di Kabupaten Lebak memiliki peranan yang sangat strategis karena berkontribusi besar bagi ketersediaan pangan di Banten maupun nasional.
Kabid Produksi Dinas Pertanian Lebak Deni Iskandar mengatakan, produksi padi di Kabupaten Lebak tahun 2025 lalu mencapai 436.300 ton. Dikatakan, jumlah itu meningkat 79.287 ton atau 22,21 persen jika dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 357.013 ton.
“Alhamdulilah, hasil padi panen petani dalam bentuk beras di Lebak tahun 2025 lalu menggembirakan,” tuturnya. Ia mengatakan, Kabupaten Lebak berkontribusi sekitar 24 persen terhadap total produksi padi Provinsi Banten tahun 2025. Produksi padi di Banten tahun 2025 mencapai 1.811.686 ton.
Meningkatnya produksi beras di Lebak pada tahun 2025 lalu disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya karena peningkatan luas panen. “Luas panen padi di Lebak tahun 2025 meningkat dari 74.016 hektar pada 2024 menjadi 90.977 hektar pada 2025. Bertambah 16.960 hektar atau 22,91 persen,” jelasnya.
Editor : Rostinah











