76 Unit SPPG Polda Banten Didaftarkan
SERANG – Polda Banten menggelar kegiatan arahan pelaksanaan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada mitra SPPG serta Polresta dan Polres jajaran. Kegiatan tersebut digelar di Aula Serba Guna Mapolda Banten, pekan lalu.
Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Hengki mengatakan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Itu sebabnya, Polri beserta satuan kerja di daerah memiliki tugas untuk menyukseskan Program MBG.
“Polda Banten berkomitmen penuh dalam mendukung program ini melalui pembentukan dan operasional SPPG. Saat ini, kita telah mendaftarkan 76 unit SPPG. Jumlah tersebut melampaui target Mabes Polri sebanyak 18 unit, atau mencapai 422 persen,” ungkap Hengki.
Ia menjelaskan, dari total unit SPPG Polda Banten itu, 20 unit telah beroperasi, 31 unit masih tahap persiapan operasional, dan 25 unit tahap pembangunan. “Hingga saat ini, jumlah penerima manfaat dari SPPG yang telah beroperasi mencapai 41.769 orang, terdiri dari, 37.118 siswa di 215 sekolah, 3.446 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta 1.205 santri. Program ini juga melibatkan 893 tenaga kerja atau relawan,” jelasnya.
Hengki juga memberikan penekanan kepada seluruh jajaran Polda Banten, khususnya Kabiddokkes dan para Kapolres, untuk memastikan pelaksanaan food security atau keamanan pangan secara ketat dan berkelanjutan. “Setiap makanan yang didistribusikan harus terjamin kualitas, kebersihan, dan kelayakannya. Ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan keberhasilan program,” tegasnya.
Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Banten Ulfa Hengki menambahkan pentingnya pelaksanaan Program MBG yang profesional dan sesuai dengan standar dari pemerintah oleh SPPG. Karena, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu merupakan langkah strategis dalam menciptakan generasi sehat dan berkualitas.
“Seluruh pengelola SPPG harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, mulai dari perencanaan menu bergizi, pengolahan yang higienis, hingga distribusi yang tepat sasaran dan tepat waktu,” ujarnya.
Ulfa juga menekankan pentingnya sinergi antara seluruh pihak, termasuk mitra, ahli gizi, dan penyedia bahan pangan. Serta, pengawasan berkelanjutan guna mencegah penyimpangan.
Sebelumnya, Irwasda Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Iwan Sonjaya menyampaikan, SPPG Polda Banten yang telah didaftarkan ada 76 unit. Perinciannya, 51 unit telah terbangun dan 25 unit masih tahap pembangunan.
“Program ini ditargetkan dapat menjangkau hingga 213.101 penerima manfaat, apabila seluruh SPPG telah beroperasi,” jelasnya. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono











