SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Serang terus berupaya meningkatkan produksi perikanan di wilayahnya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menjemput bola berbagai program dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sejumlah program yang diusulkan meliputi Budidaya Tematik, Mina Padi untuk peningkatan produksi pertanian, serta Kampung Nelayan Merah Putih.
Kepala Diskan Kabupaten Serang, M. Ishak Abdul Rauf, mengatakan pihaknya berkomitmen agar kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Serang dapat memperoleh bantuan sehingga produktivitas meningkat.
Ia menjelaskan, terdapat sekitar tujuh desa yang diusulkan dalam program budidaya tematik sebagai desa percontohan berbasis kolam bioflok.
Tujuh desa tersebut yaitu Desa Panyaungan Jaya Kecamatan Ciomas, Curug Agung, Taman Sari, Baros Kecamatan Baros, Desa Tanjung Sari Kecamatan Pabuaran, Desa Sindang Laya Kecamatan Cinangka, dan Desa Tengkurak Kecamatan Tirtayasa.
“Kita usulkan desa tematik sebagai desa pembudidaya dengan sistem kolam bioflok,” kata Ishak, Senin 13 April 2026.
Ia menjelaskan, program budidaya tematik ini difokuskan pada komoditas ikan nila dan lele. Hasil panen nantinya akan diserap langsung oleh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekitar lokasi.
“Budidaya tematik ini bekerja sama dengan KDMP untuk mendukung swasembada pangan dan program MBG. Akan ada kerja sama antara penerima manfaat dan SPPG di wilayah tersebut,” ujarnya.
Selain itu, Diskan juga mengusulkan program Mina Padi di empat desa, yakni Desa Kaduberem Kecamatan Pabuaran, Desa Kaduberem Kecamatan Padarincang, Desa Ranca Sanggal, dan Desa Kamasan Kecamatan Cinangka.
“Persyaratannya minimal lahan 10 hektare dan harus tersedia air sepanjang tahun. Ini untuk meningkatkan produktivitas lahan dengan dua komoditas sekaligus, yaitu padi dan ikan,” jelasnya.
Program lainnya adalah keramba jaring apung di laut yang diusulkan di Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel. Saat ini program tersebut masih dalam tahap verifikasi. “Semoga bisa segera disetujui,” katanya.
Selain itu, terdapat pula program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diusulkan di Desa Lontar, Tengkurak, Margagiri, dan Kedaleman. Namun, yang sudah ditindaklanjuti baru Desa Margagiri dan Desa Lontar.
“Karena syaratnya minimal lahan satu hektare, ini yang masih menjadi tantangan,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











