SERANG, RADARBANTEN.CO.ID– Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Banten menggelar acara Silaturahmi Syawal pada Sabtu (18/4/2026) di Gedung LDII Banten, Kramatwatu, Kabupaten Serang. Kegiatan ini mengusung tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Bangsa yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban Menuju Indonesia Emas.”
Acara tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan masyarakat luas dalam membangun sinergi menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua DPW LDII Banten, Dimo Tono Sumito, menegaskan bahwa LDII siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
“LDII bisa menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam pelaksanaan berbagai kegiatan. Kami terbuka untuk dirangkul bersama menuju harapan Indonesia Emas 2045,” ujarnya dalam siaran pers.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan menjadi fokus utama dalam membangun generasi penerus. Menurutnya, LDII akan terus mengembangkan pendidikan yang mencakup aspek umum, agama, serta pembinaan karakter luhur.
“Kami berkomitmen melanjutkan delapan klaster pengabdian LDII, khususnya dalam pembinaan karakter generasi muda,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufik Wijaya, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
“Hati-hati terhadap adu domba dan opini yang menyesatkan. Tetaplah beribadah, bekerja dengan tenang, serta mengedepankan akhlak mulia dan enam tabiat luhur,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh warga LDII untuk konsisten menerapkan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari demi mencetak generasi yang alim, berakhlak, dan mandiri.
Perkuat Kerja Sama
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjajaki kerja sama strategis antara Kemendes PDT dan LDII.
“Kami melihat peran LDII sangat strategis dan telah teruji di Indonesia. Apa yang sudah dilakukan LDII perlu dipelajari dan direplikasi, terutama untuk kemajuan desa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan segera menindaklanjuti kerja sama tersebut melalui nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati bersama.
“Implementasinya nanti akan difokuskan pada desa-desa binaan hasil kolaborasi antara Kemendes dan LDII,” jelasnya.
Yandri juga mengapresiasi berbagai masukan yang diberikan LDII dalam upaya pengembangan desa.
“Ini menjadi modal besar bagi kami dalam membangun desa yang lebih maju dan mandiri,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Dimo Tono Sumito menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Mendes PDT, yang dinilainya sebagai kehormatan bagi LDII Banten.
“Desa adalah urat nadi negara. Jika desa maju, maka negara juga akan kuat,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai potensi sinergi, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, transfer teknologi tepat guna, hingga skema pembiayaan.
“Saya melihat banyak peluang yang bisa disinergikan antara program Kemendes dengan lembaga-lembaga yang ada di LDII,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah dan LDII dalam membangun desa serta memperkuat fondasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Editor: Bayu Mulyana










