• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Bisnis

Beban Tak Kasat Mata Kenaikan Energi, Guru Besar Uniba Soroti Dampak ke UMKM Banten

Yusuf Permana by Yusuf Permana
Rabu, 22 April 2026 07:41
in Bisnis, Pemerintahan, UMKM
Ilustrasi pedagang gorengan (iStock)

Ilustrasi pedagang gorengan (iStock)

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan gas non-subsidi bukan sekadar perubahan angka di papan pengumuman. Namun, dapat  memicu dampak berantai yang langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Guru Besar Universitas Bina Bangsa (Uniba), Prof Bambang D Suseno menyebut fenomena ini sebagai “beban tak kasat mata” yang perlahan menggerus daya beli masyarakat. Menurutnya, secara teori kondisi ini berkaitan dengan konsep daya beli. Nilai uang menyusut akibat kenaikan harga energi.

RelatedPosts

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kerugian Pelaku Wisata Banten Capai Rp15 Miliar

Rabu, 16 September 2026 10:37
Rata-rata lama sekolah di Lebak

Rata-Rata Lama Sekolah di Lebak Baru Setara SMP

Rabu, 16 September 2026 10:23
PPPK Cilegon

PPPK Cilegon Perjuangkan Lima Tuntutan, dari Status PNS hingga Kesejahteraan

Rabu, 16 September 2026 09:27
Pendidikan di Lebak

Amir Hamzah Dorong Kolaborasi untuk Atasi Persoalan Pendidikan Lebak

Selasa, 15 September 2026 17:28

“Uang yang kita pegang jumlahnya memang sama, tetapi nilainya berkurang saat membeli kebutuhan, terutama energi. Dampaknya langsung terasa di tingkat rumah tangga hingga usaha kecil,” ujarnya, Selasa (21/4).

Ia menjelaskan, di Provinsi Banten yang struktur ekonominya masih bertumpu pada konsumsi domestik. Setiap kenaikan pengeluaran untuk BBM atau gas elpiji akan mengurangi alokasi belanja di sektor lain. Akibatnya, perputaran uang di tingkat akar rumput melambat dan berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Lebih lanjut, Prof Bambang juga menyoroti dampak yang tidak merata akibat kenaikan harga energi. Ia menilai kondisi ini bersifat regresif, yakni kelompok masyarakat menengah ke bawah dan pelaku UMKM menjadi pihak yang paling terdampak.

“Bagi masyarakat mampu, kenaikan ini mungkin tidak signifikan. Tapi bagi pelaku UMKM seperti pedagang gorengan yang bergantung pada elpiji 12 kilogram, ini bisa menjadi persoalan serius. Mereka dihadapkan pada pilihan sulit, menaikkan harga atau menanggung penurunan keuntungan,” jelasnya.

Di wilayah selatan Banten, keterbatasan akses dan tingginya biaya distribusi memperparah kondisi tersebut. Kenaikan harga energi turut mendorong lonjakan ongkos logistik, yang pada akhirnya meningkatkan harga barang di tingkat konsumen.

Prof Bambang juga mengingatkan adanya efek domino berupa inflasi dorongan biaya (cost-push inflation). Kenaikan harga energi, kata dia, akan berdampak pada seluruh rantai produksi dan distribusi.

“Energi adalah urat nadi distribusi. Ketika harga BBM seperti Dexlite naik, ongkos transportasi ikut meningkat. Begitu juga dengan gas industri, yang mendorong biaya produksi naik dan akhirnya harga barang ikut terkerek,” paparnya.

Perlu Ada Kebijakan dari Pemerintah

Melihat kondisi tersebut, ia menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah mitigasi, khususnya untuk melindungi pelaku UMKM. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pemberian jaring pengaman sosial dalam bentuk subsidi khusus yang bersifat sementara dan tepat sasaran.

“Perlu ada bantalan atau buffer subsidi khusus bagi usaha mikro, dengan jangka waktu tertentu dan mekanisme distribusi melalui agen resmi agar tepat sasaran,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk melakukan penyesuaian, seperti berhemat energi, memanfaatkan sumber energi alternatif, menggunakan transportasi umum, serta mengutamakan konsumsi pangan lokal.

“Jika tidak ada kebijakan yang tepat, dampaknya bukan hanya inflasi. Tapi juga bisa menyebabkan banyak usaha kecil tumbang dan daya beli masyarakat semakin melemah,” pungkasnya.

Editor : Rostinah

Tags: bbm non subsidielpijiguru besar unibakenaikan energilpg 12 kgUniba
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Bupati Maesyal Tinjau Progres Pembongkaran Bangunan Liar di Sempadan Kali Cirarab

Next Post

Abigail Bellerich Raih Runner Up Puteri Anak Indonesia Banten 2026, Siap Jadi Duta Inspirasi Generasi Muda

Next Post
Abigail Bellerich raih Runner Up Puteri Remaja Indonesia Banten 2026

Abigail Bellerich Raih Runner Up Puteri Anak Indonesia Banten 2026, Siap Jadi Duta Inspirasi Generasi Muda

Mutasi Polda Banten

Kapolda Banten Irjen Hengki Pimpin Sertijab Lima Pejabat Utama Polda

Selasa, 15 September 2026 12:49
Penipuan DPRD Banten

Anggota DPRD Banten Roni Mitra Dilaporkan ke Polda, Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp1,7 Miliar

Selasa, 15 September 2026 15:15
Penipuan proyek

Dijanjikan Proyek di Dinas Pendidikan Kota Serang, Kontraktor Kena Tipu Rp 70,5 Juta

Senin, 14 September 2026 17:44
Pelaku Curanmor

Hendak COD Motor Curian, Pelaku Curanmor Ditangkap Polsek Carenang di Tangerang

Senin, 14 September 2026 15:35

Pedagang Bawang Kena Tipu dengan Modus COD di Pasar Ciruas, Kerugian Capai Rp 32 Juta

Minggu, 13 September 2026 12:28
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Banyak Permohonan Air Bersih yang Masuk ke BPBD Kabupaten Serang

Banyak Permohonan Air Bersih yang Masuk ke BPBD Kabupaten Serang

by Ahmad Rizal Ramdhani
Rabu, 16 September 2026 16:27
0

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat. (Foto : Rizal )

BNN Banten Musnahkan 15,4 Kilogram Ganja Kering Siap Edar

by Fahmi
Rabu, 16 September 2026 16:20
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Banten memusnahkan 15,4 kilogram narkotika jenis ganja. Pemusnahan ini dilakukan di...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.