KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Di usianya yang baru menginjak 10 tahun, Mohammad Rizki Rawadhan sudah memikul tanggung jawab membantu perekonomian keluarga.
Bocah yang masih duduk di Kelas 3 SDN Cilenggang 04 Kota Tangsel ini setiap hari berjualan gorengan dengan berjalan kaki puluhan kilometer dari rumahnya.
Rizki mengaku telah menjalani aktivitas tersebut selama lebih dari dua tahun. Ia memilih berjualan atas keinginan sendiri, bukan karena paksaan.
“Pengen bantuin orang tua,” ujarnya saat ditemui di kawasan Anggrek Loka, Rawabuntu, Tangsel, Rabu, 22 April 2026.
Meski disibukkan dengan aktivitas berjualan, Rizki tetap menjalani kewajibannya sebagai pelajar.
Ia pulang sekolah sekitar pukul 12.00 WIB, kemudian beristirahat dan bermain sejenak sebelum mulai berjualan pada sore hari.
“Main dulu, nanti sore baru jualan,” katanya.
Gorengan yang dijual merupakan hasil buatan sang ibu. Rizki hanya membantu menjajakan dagangan tersebut dengan cara berkeliling dari satu tempat ke tempat lain.
“Yang bikin mama semua,” tuturnya.
Dalam sehari, hasil penjualannya berkisar antara Rp70 ribu hingga Rp90 ribu. Namun, seluruh uang yang didapat langsung diserahkan kepada ibunya.
“Dikasihin ke mama,” ucapnya singkat.
Ia juga mengaku belum mengetahui secara pasti berapa keuntungan yang diperoleh dari hasil berjualan tersebut. Baginya, yang terpenting adalah bisa membantu orang tua.
Meski sudah terbiasa berjualan, Rizki tetap menjalani kehidupan layaknya anak-anak seusianya. Ia masih menyempatkan waktu bermain sebelum berjualan, serta tetap mengikuti kegiatan sekolah setiap hari.
Terkadang, dagangannya tidak selalu habis terjual. Jika masih tersisa, gorengan tersebut akan dijual kembali pada waktu berikutnya.
Kisah Rizki menjadi potret keteguhan dan ketulusan seorang anak dalam membantu keluarga. Di usia yang masih belia, ia telah belajar arti kerja keras dan tanggung jawab, tanpa meninggalkan pendidikan sebagai bekal masa depannya.
Editor: Agus Priwandono









