SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Perintah Kabupaten (Pemkab) Serang telah menjalin kerja sama dengan PT Kurma Adjwa Farm (KAF) untuk menyembelih 1.000 ekor hewan kurban. Rencana penyembelihan hewan kurban akan didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI).
Daging kurban akan dibagikan kepada masyarakat yang masuk dalam Desil I dan Desil II pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, mengatakan bahwa dalam rencana menyembelih 1.000 ekor hewan kurban akan melibatkan Aaparatur Sipil Negara (ASN) untuk operasionalnya.
“Karena jumlahnya 1.000 ekor, kita harapkan bisa selesai pada pukul 13.00 WIB, sehingga bisa segera dibagikan pada para penerima yang masuk dalam Desil I dan Desil II,” katanya, Rabu, 22 April 2026.
Ia mengatakan, total jumlah masyarakat yang masuk dalam Desil I dan II di Kabupaten Serang ada sebanyak 98 ribu orang. Namun, nantinya daging kurban yang didapat sebanyak 22.500 kantong dengan ukuran satu kilogram per kantong.
“Pendistribusian akan didampingi oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) agar tepat sasaran dan merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Nantinya, penyembelihan akan dilaksanakan di satu tempat, yakni di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.
Penyembelihan secara serentak itu akan mengundang pihak dari MURI, sehingga bisa memecahkan rekor di Indonesia.
“Karena belum pernah ada yang melakukan pemotongan 1.000 ekor sekaligus, maka kita akan mengundang Museum Rekor Indonesia untuk ikut mencatatkan sebagai rekor MURI,” ujarnya.
Nantinya, para petugas pemotong akan terlebih dahulu mendapatkan pembekalan sehingga mereka bisa menjadi Juru Sembelih Halal (Juleha).
“Jadi semua tersertifikasi minimal terstandar mereka cara motongnya, peralatannya, dan lain-lain sebagainya itu sesuai prosedur,” ujarnya.
Selain 1.000 ekor hewan kurban yang akan disembelih, pihaknya juga berencana akan tetap menghimpun hewan qurban dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Namun, untuk hewan kurban yang berhasil terkumpul tidak akan disembelih serentak, melainkan didistribusikan ke masyarakat.
Editor: Agus Priwandono








