LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Prosesi tradisi Seba Baduy berlangsung khidmat di Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Jumat malam, 24 April 2026. Dalam tradisi tersebut, tokoh adat Baduy menitip pesan agar pemerintah dan masyarakat menjaga lingkungan.
Sebanyak 1.552 warga Suku Baduy, baik dari Baduy Dalam maupun Baduy Luar yang berasal dari Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, turun gunung untuk melaksanakan tradisi tahunan tersebut.
Dalam prosesi Seba, masyarakat Baduy menyerahkan berbagai hasil bumi kepada “Bapak Gede” atau Bupati sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen selama satu tahun terakhir.
Selain itu, melalui perwakilan tetua adat, mereka juga menyampaikan pesan penting kepada pemerintah agar menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kualitas air sungai. Hal ini dinilai krusial karena air bersih merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan.
“Cai itu teu meunang dikotoran. Siapa yang tidak butuh air bersih? Kami titip, khususnya di Provinsi Banten, agar limbah tidak dibuang ke sungai,” ujar Jaro Tangungan 12, Saidi Putra.
Saidi berharap pemerintah serius dalam menegakkan aturan lingkungan guna mencegah kerusakan alam yang dapat memicu bencana seperti banjir dan longsor.
“Banjir di Baduy itu urusan alam, tapi semoga tidak terjadi berulang. Ini harus jadi perhatian semua pihak, terutama terkait potensi longsor, gempa, dan penyakit,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Lebak Hasbi Jayabaya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Baduy yang konsisten menjaga tradisi leluhur serta kelestarian alam.
“Kami pemerintah daerah berterima kasih kepada masyarakat Baduy yang terus menjaga tradisi sehingga alam tetap lestari,” kata Hasbi.
Ia menegaskan bahwa keberadaan masyarakat Baduy menjadi kebanggaan daerah dan memiliki nilai kearifan lokal yang tinggi.
Hasbi juga mengajak masyarakat luas untuk belajar dari pola hidup warga Baduy, terutama dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan ketahanan pangan di tengah arus modernisasi.
“Di tengah modernisasi, masyarakat Baduy mampu menjaga keseimbangan ekosistem dengan sangat baik. Kita harus banyak belajar, khususnya dalam pelestarian alam, serta mempertahankan kebudayaan yang dimiliki,” ujarnya.
Editor: Mastur Huda











