SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kabar baik untuk petani. Stok pupuk subsidi di Serang aman, bahkan proses penebusannya kini makin mudah berkat sistem digital.
Pemilik Kios Pupuk Lengkap (KPL) Cimoyan Tani Mandiri, Daefullah, memastikan ketersediaan pupuk subsidi masih mencukupi untuk kebutuhan petani di wilayahnya.
Per April 2026, stok di kios tersebut mencapai 3.000 kilogram pupuk Urea dan 6.440 kilogram pupuk NPK. Jumlah itu cukup untuk menopang kebutuhan petani di empat desa, yakni Ciomas, Barugbug, Cipayung, dan Cisaat.
Menurut Daefullah, distribusi pupuk dari gudang ke kios juga berjalan lancar. Ia menegaskan isu kelangkaan pupuk kini jauh berkurang karena sistem distribusi lebih tertata.
“Distribusi sangat efisien. Setiap barang datang langsung ada dokumentasinya, mulai dari foto armada hingga kondisi gudang. Jadi, tidak ada lagi istilah kelangkaan,” ujarnya, Minggu 26 April 2026.
Bukan hanya stok yang aman, cara menebus pupuk pun kini jauh lebih praktis. Petani cukup menggunakan aplikasi iPubers dari Pupuk Indonesia bersama Kementerian Pertanian.
Sistem digital ini berbasis data e-RDKK, sehingga penyaluran pupuk dinilai lebih tepat sasaran sekaligus mempermudah administrasi.
“Sekarang lebih efektif karena semua by data. Petani menjadi mudah, dan pencatatan administrasi kami jauh lebih tertata,”kata Daefullah.
Realisasi penebusan di kios itu juga cukup tinggi. Sejak Januari hingga akhir April 2026, petani telah menebus 115 ton pupuk Urea dan 80 ton NPK Phonska. Rata-rata penyaluran per bulan berkisar 10 sampai 35 ton.
Harga pupuk subsidi pun tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk Urea, harganya Rp90 ribu per karung, sedangkan NPK Phonska Rp92 ribu per karung.
Daefullah menegaskan harga itu terpampang di kios agar petani bisa memantau langsung.
Misna, anggota kelompok tani Sari Tani di Ciomas, mengaku kini lebih tenang menghadapi musim tanam.
Menurut dia, keberadaan aplikasi iPubers membuat pupuk lebih mudah dan tidak lagi menimbulkan kekhawatiran seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Pakai iPubers lebih tenang, tiga kali masa panen dalam setahun jadi terjamin. Tidak khawatir lagi sulit dapat pupuk seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Bukan cuma mudah didapat, harga pupuk subsidi yang turun 20 persen sejak tahun lalu juga ikut meringankan biaya produksi petani.
Bagi Misna yang menggarap lahan tiga hektare, dampaknya terasa langsung. Produktivitas gabah meningkat karena pupuk tersedia tepat waktu.
“Kalau pupuk ada, hasil meningkat. Per potongan lahan bisa nambah sampai setengah kuintal lebih,” katanya.
Editor : Rostinah











