RADARBANTEN.CO.ID – Duel sengit tersaji dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions UEFA menghadirkan antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Bayern Munchen yang berlangsung di Parc des Princes, Rabu 29 April 2026 dini hari WIB.
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal dan langsung menyuguhkan “hujan gol” yang memanjakan penonton. Tim tamu Bayern Munchen membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-17 melalui penalti Harry Kane, setelah pelanggaran dilakukan William Pacho terhadap Luis Diaz di kotak terlarang.
Eksekusi dingin Kapten Timnas Inggris itu tak mampu dibendung kiper PSG, Matvey Safonov.
PSG yang tampil dihadapan para pendukungnya terus melakukan serangan ke Munchen. Kebuntuan PSG akhirnya pecah lewat aksi Khvicha Kvaratskhelia di menit kw 24 skor pun berubah menjadi 1-1.
PSG kemudian berbalik unggul dj menit ke 31 melalui sundulan João Neves yang memanfaatkan sepak pojok Dembele. Namun keunggulan tersebut tak bertahan lama setelah pada menit ke 41 Olise mencetak gol penyeimbang menjadii 2-2.
PSG kembali unggul lewat penalti Dembélé di menit 45 (+4) setelah VAR menyatakan Alphonso Davies melakukan handball. Skor 3-2 menutup paruh pertama laga yang berjalan sangat terbuka.
Memasuki babak kedua, PSG langsung tancap gas. Kvaratskhelia mencetak gol keduanya di menit 56 lewat sepakan melengkung memanfaatkan umpan Achraf Hakimi.
Hanya berselang dua menit, Dembele membawa PSG unggul 5-2 setelah kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau Manuel Neuer.
Bayern tak menyerah begitu saja. Dayot Upamecano memperkecil ketertinggalan lewat sundulan di menit 65 dari situasi bola mati. Luis Diaz kemudian kembali memberi harapan bagi tim tamu setelah mencetak gol dinmenit 68 usai menerima umpan Kane, menjadikan skor 5-4.
Usai laga Pelatih PSG Luis Enrique mengaku senang atas kemengan yang cukup kursial di leg pertama Semi Final hang berlangsung di kandamg sendiri.
“Pertama-tama, kami sangat senang telah mengalahkan tim yang hanya kalah 3 pertandingan sepanjang musim. Awal pertandingan sangat sulit, karena mereka memulai babak pertama lebih baik dari kami. Kami kebobolan gol pertama dan sulit untuk mengendalikan permainan, tetapi tim mulai menunjukkan bagaimana mereka biasanya bermain,” kata pelatih asl Spanyol ini di kutip dari psf.fr.
Diakui legenda Barcelona itu, timnya menghadapu salah satu klub terbaik di Liga Champions. Sehjngga, tidak mudah menghadapi Munchen yang di Perempat Finak menyingkiran Real Madrid.
Hasil ini juga mengakhiri catatan buruk PSG yang sebelumnya kalah dalam lima pertemuan terakhir melawan Bayern, sekaligus menghentikan laju sembilan kemenangan beruntun klub Jerman tersebut di semua kompetisi.
“Sungguh luar biasa, dan di momen-momen menegangkan, atmosfer di stadion ini sempurna. Tetapi Anda harus memahami bahwa Anda bermain melawan salah satu tim terbaik di Eropa dan itu sulit. Kami menang, tetapi kami menderita sepanjang pertandingan, dan akan sama di leg kedua,” ujarnya.
Selanjutnya leg kedua akan berlangsung di Allianz Arena pekan depan, di mana Bayern Munchen akan berusaha membalikkan keadaan dalam duel yang dipastikan kembali berlangsung panas.
Editor: Abdul Rozak










