PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 16 lumbung sosial (lumsos) di Kabupaten Pandeglang dilaporkan mengalami kekosongan stok logistik sembako. Kondisi itu dikhawatirkan menghambat penanganan cepat saat terjadi bencana alam.
Ketua Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana (FK-KSB) Provinsi Banten, Beni Madsira mengatakan, hampir seluruh lumbung sosial di sejumlah kecamatan kini tidak memiliki persediaan bantuan kebutuhan pokok.
“Untuk sementara ini ada 16 lumbung sosial lagi kosong stok logistiknya. Hampir semua laporan dari teman-teman KSB kosong, terutama sembako,” kata Beni, Selasa 12 Mei 2026.
Menurutnya, beberapa lumbung sosial masih memiliki perlengkapan terbatas seperti kitware untuk perempuan dan bayi baru lahir, family kit hingga kasur lipat. Namun jumlahnya sangat minim.
“Yang paling dibutuhkan saat bencana itu sembako. Sementara stok sembako sama sekali tidak ada,” ujarnya.
Beni mengungkapkan, relawan Kampung Siaga Bencana selama ini bahkan harus iuran bersama TKSK dan pendamping PKH untuk membeli bantuan bagi warga terdampak bencana maupun lansia.
“Kemarin kami beli bersama-sama beras, mie instan, minyak dan kebutuhan lainnya untuk membantu lansia,” ungkapnya.
Ia berharap setiap lumbung sosial minimal memiliki 50 paket sembako setiap bulan sebagai stok siaga bencana. Apalagi kondisi cuaca saat ini dinilai tidak menentu dan rawan memicu bencana seperti angin kencang, pohon tumbang hingga kerusakan rumah warga.
“Kalau ada kejadian bencana, relawan biasanya langsung datang saat itu juga untuk memberikan bantuan respon cepat,” ucapnya.
Beni menyebut, lumbung sosial yang tersebar di Kecamatan Mandalawangi, Carita, Labuan, Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Cigeulis, Panimbang, Sumur, Cibaliung, Cibitung, Angsana hingga Cikeusik rata-rata dalam kondisi kosong untuk logistik sembako.
Ia pun berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial segera menyalurkan bantuan logistik ke lumbung sosial yang telah dibentuk di wilayah rawan bencana.
“Saya berharap kementerian segera melakukan suplai logistik ke lumbung sosial yang sudah dibentuk, saya juga berharap kepada pemerintah daerah untuk ditambahkan biaya operasional ketika ada kejadian bencana penanganan pun bisa diberikan kepada korban terdampak,” katanya.
Perlu diketahui, lumbung sosial merupakan fasilitas penyimpanan logistik darurat di wilayah rawan bencana untuk mempercepat penyaluran bantuan dasar kepada masyarakat terdampak bencana.
Editor: Bayu Mulyana








