LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat, sebanyak 10 Kecamatan di Lebak merupakan daerah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD).
Ke sepuluh kecamatan itu adalah Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, Cimarga, Cikulur, Maja, Sajira, Banjarsari, Malingping dan Kecamatan Bayah.
“Ya, ada 10 kecamatan di Lsbak endemis DBD,” kata Kasi Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Lebak Rohmat Puji Raharjo, Rabu 13 Mei 2026.
Dia meminta agar masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan apalagi saat ini masih merupakan musim penghujan sehingga berpotensi timbulnya DBD akibat serangan nyamuk Aydes Aygefty.
“Untuk mengantisipasi wabah DBD masayarakat harus terus melakukan 3 M plus, meskipun tahun lalu DBD di Lebak terus turun,” katanya.
Tahun ini, kata DBD di Lebak mencapai 391 kasus. Dimana, Kecamatan Rangkasbitung, menjadi daerah paling banyak ditemukan DBD mencaoai 57 kasus, kemudian Cibeber paling banyqk kedua dengan 34 kasus dan Kalanganyar mencapai 26 kasus DBD.
“Daerah perkotaan masih paling banyak ditemukan DBD,” ujarnya.
Dia menerangkan, selama tahun 2025 lalu, masyarakat yang terjangkit DBD hanya 1.202 kasus dan 2 orang meninggal dunia. Jumlah ini turun drastis dibandingkan tahun 2024 yang 3.041 orang dan 10 orang meninggal dunia.
”Alhamdulilah kasus DBD tahun kemarin turun. Namun demikian warga harus terus meningkatkan kewaspadaanya dengan menerapkan pola hidup bersih dilingkungan tempat tinggalnya masing-masing,” ujarnya.
Dia menyarankan kepada masyarakat untuk mencegah adanya genangan air dihalaman rumah, mengingat saat ini memasuki musim penghujan.
“Biasanya cenderung mengalami trend meningkat dimusim penghujan seperti saat ini,” katanya.
Menurutnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan masyarakat agar terhindar dari penyakit DBD, mislanya dengan melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin, dengan membersihkan genangan air bersih yang menempel di tempat-tempat tertentu.
”Gerakan 3 M plus dan PSN ini, sangat efektif untuk menghindari munculnya jentik nyamuk Aydes Aegefty sebagai penyebab penyakit demam berdarah,” tukasnya.
Sementara itu, KepaLa Dinkes Kabupaten Lebak Eka Darmana Putra, menambahkan, dari sepuluh daerah itu, ada tiga wilayah perkotaan yang masuk endemis DBD seperti Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Kecamatan Kalanganyar. Penyebabnya karena daerah padat penduduk.
”Bagi warga yang tinggal di daerah endemis DBD agar dapat berprilaku hidup sehat, terutama dapat menjaga lingkungan tempat tinggalnya secara baik,” ujarnya.
Dia menyebutkan, populasi nyamuk aedes aegefty berkembang biak pada genangan-genangan air bersih yang secara langsung tidak menyentuh tanah. Kondisi demikian, tentu masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyebaran virus DBD. Sebab penularan penyakit itu ditimbulkan oleh buruknya kebersihan lingkungan di masyarakat.
“Jika warga menjaga kebersihan lingkungan dengan baik dipastikan tidak akan mudah terjadi penularan penyakit DBD,” tukasnya.
Reporter: nurabidin
Edior: Agung S Pambudi











