SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya.
Imbauan itu disampaikan setelah ditemukannya kasus hantavirus pertama di Provinsi Banten pada November 2025 lalu. Meski pasien dinyatakan sembuh, langkah pencegahan dinilai penting untuk mencegah munculnya kasus serupa.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan kasus tersebut ditemukan pada satu orang pasien dan kini telah pulih usai menjalani perawatan medis.
“Kasus hantavirus pertama kali ditemukan di Provinsi Banten pada bulan November 2025 sebanyak satu orang dan kondisi saat ini sudah sembuh,” ujar Ati, Jum’at 15 Mei 2026.
Menurut Ati, penyakit ini ditularkan melalui kontak dengan tikus sebagai reservoir utama virus. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap kebersihan rumah maupun tempat kerja.
Ia mengingatkan warga untuk menutup akses masuk tikus ke rumah, menjaga kebersihan lingkungan, serta menyimpan makanan di wadah tertutup agar tidak terkontaminasi.
“Kami minta masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja, mencegah tikus masuk ke lingkungan tempat tinggal, serta menyimpan makanan di tempat tertutup agar tidak terkontaminasi,” katanya.
Dinkes Banten juga meminta masyarakat tidak panik, namun tetap waspada. Jika mengalami gejala yang mengarah pada dugaan hantavirus, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Ati menegaskan edukasi pencegahan terus dilakukan agar masyarakat memahami cara menghindari risiko penularan.
“Kami memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak panik dan dapat berperan aktif dalam pencegahan penyakit hantavirus seperti menghindari kontak langsung dengan tikus termasuk kotorannya, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera datang ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala suspek hantavirus,” pungkasnya.
Meta Deskripsi: Dinkes Banten mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus usai ditemukan kasus pertama pada 2025. Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan.
Editor: Abdul Rozak









