KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menjawab tantangan serius pemulihan jangka panjang pasca-stroke di Indonesia, Bethsaida Healthcare menghadirkan terobosan lewat Stroke Assisted Living Center (SALC) yang resmi dibuka di Moriah Pavilion, Bethsaida Hospital Gading Serpong. Fasilitas ini menjadi yang pertama di Indonesia yang terintegrasi langsung dengan rumah sakit, menyediakan layanan rehabilitasi komprehensif bagi para penyintas stroke.
CEO Bethsaida Healthcare, Prof. dr. Hananiel P. Wijaya, menegaskan bahwa SALC lahir dari kebutuhan nyata pasien pasca-stroke yang kerap kehilangan kemandirian karena minimnya dukungan lanjutan setelah keluar dari rumah sakit. “Jadi, pemulihan pasca-stroke ini tidak berhenti di hospital saja. Sebab banyak pasien kehilangan kemandirian karena kurangnya dukungan yang berkelanjutan. Dan dengan SALC, kami memberikan rumah kedua yang bukan hanya aman, tetapi juga mendorong pasien untuk bangkit dan belajar kembali,” terang Prof. Hananiel dalam keterangan resminya, Kamis, 12 Juni 2025.
Ia menambahkan, SALC mengusung pendekatan pemulihan terkoordinasi dan menyeluruh. Pasien akan mendapatkan layanan intensif yang meliputi fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, pelatihan kemandirian, serta dukungan psikososial, yang semuanya dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan aman.
Sementara itu, Direktur Sales & Marketing Bethsaida Hospital, Iwan A. Setiawan, menekankan bahwa keunggulan utama SALC adalah keterpaduannya dengan sistem rumah sakit yang memudahkan pemantauan kondisi medis pasien secara berkelanjutan. “Kami ingin setiap pasien stroke tidak hanya pulih, tetapi kembali menjalani hidup dengan penuh makna. SALC hadir untuk memberikan pengalaman pemulihan yang lebih menyeluruh,” ujarnya.
Keberadaan SALC diharapkan dapat menjadi model layanan rehabilitasi stroke modern yang mengedepankan kualitas hidup pasien dan menjadi referensi nasional dalam penanganan pasca-stroke berbasis sistem terintegrasi.
Editor: Merwanda











