LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kegiatan gotong royong perbaikan jalan dan jembatan kembali dilaksanakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak Selatan. Kegiatan tersebut dilakukan di sela agenda reses Anggota DPRD Provinsi Banten masa persidangan ke-3 Tahun Sidang 2025/2026.
Anggota DPRD Provinsi Banten asal Lebak Selatan, Musa Weliansah, mengatakan, kegiatan gotong royong bertujuan membangkitkan kembali semangat masyarakat dalam melestarikan budaya luhur bangsa, yakni gotong royong.
“Di tengah kebijakan efisiensi dan keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur hingga tingkat desa, masyarakat tetap dapat berperan aktif dalam pembangunan melalui kegiatan gotong royong. Salah satunya dengan melakukan perbaikan jalan secara swadaya sebelum nantinya dibangun secara permanen oleh pemerintah,” ujar Musa Weliansah, Senin 22 Juni 2026.
Menurutnya, agenda “ngahadean” jalan dan jembatan telah menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan secara bergiliran di sejumlah desa di wilayah Lebak Selatan. Anggaran yang digelontorkan untuk perbaikan jalan, yakni Rp10 juta per titik dari dana pribadinya.
Beberapa lokasi yang telah menjadi sasaran kegiatan di bulan Juni 2026 tersebut antara lain Jalan Poros Desa Jalupang Girang, Kecamatan Banjarsari, Jalan Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Jalan Poros Kabupaten di Kecamatan Cihara, Jalan Poros Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, serta Jalan Poros Desa Cidahu, Kecamatan Banjarsari.
“Ini merupakan bentuk komitmen saya dalam membantu masyarakat yang ada di wilayah Lebak. Saya ingin, keberadaan saya di DPRD Banten dapat memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi daerah,” tegas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Sementara itu, Camat Banjarsari, Mahfud Basyir, mengapresiasi kegiatan gotong royong yang melibatkan masyarakat secara langsung. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu memperbaiki akses jalan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian warga terhadap pembangunan di lingkungan masing-masing.
“Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga serta meningkatkan kualitas infrastruktur desa. Semangat gotong royong harus terus dipertahankan sebagai modal sosial dalam pembangunan daerah,” kata Mahfud Basyir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan terus meningkat, sehingga berbagai kebutuhan infrastruktur di desa dapat ditangani secara bertahap sembari menunggu realisasi pembangunan permanen dari pemerintah.
“Alhamdulillah, ruas jalan poros desa di Banjarsari mendapat perhatian dari Anggota DPRD Banten. Ini contoh nyata keberpihakan wakil rakyat terhadap masyarakat yang diwakilinya,” ungkap mantan Camat Cirinten ini.
Editor: Mastur Huda











