LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten memastikan rencana relokasi SMAN 3 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mengatasi keterbatasan daya tampung dan kondisi sarana prasarana sekolah yang dinilai sudah tidak memadai.
Gubernur Banten Andra Soni meninjau langsung lokasi sekolah serta lahan baru yang diproyeksikan menjadi tempat relokasi, Senin 22 Juni 2026. Peninjauan dilakukan bersama Ketua DPRD Banten untuk memastikan kesiapan teknis dan administratif sebelum proses pembangunan dilaksanakan.
Andra mengatakan, SMAN 3 Rangkasbitung saat ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 2.800 meter persegi dengan 21 rombongan belajar (rombel). Kondisi tersebut dinilai sudah tidak ideal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Kunjungan kedua kami hari ini meninjau SMA Negeri 3 Rangkasbitung. Yang kami monitor ini berkaitan dengan rencana relokasi sekolah,” ujar Andra.
Menurutnya, keterbatasan lahan membuat aktivitas pendidikan tidak berjalan optimal, baik untuk kegiatan belajar mengajar maupun pengembangan fasilitas sekolah.
“Sekolah ini hanya berada di lahan 2.800 meter persegi dan memiliki 21 rombel. Kita lihat sendiri memang sangat kecil dan sudah saatnya direlokasi,” katanya.
Usai meninjau sekolah, Andra juga melihat langsung lahan baru yang disiapkan sebagai lokasi relokasi. Lahan tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi Banten yang saat ini dikelola Dinas Sosial dengan luas lebih dari 6.000 meter persegi.
“Di lahan yang baru luasnya di atas 6.000 meter persegi. Ini sedang kita tinjau untuk persiapan relokasi,” ujarnya.
Menurut Andra, relokasi tidak hanya bertujuan menambah kapasitas daya tampung siswa, tetapi juga meningkatkan kualitas proses belajar mengajar melalui penyediaan fasilitas yang lebih lengkap dan representatif.
“Harapan kita daya tampungnya semakin besar. Kemudian kualitas proses belajar mengajarnya juga meningkat karena memiliki ruangan dan fasilitas yang cukup,” katanya.
Ia menambahkan, kebutuhan ruang pendidikan di Banten masih menjadi tantangan karena jumlah lulusan SMP setiap tahun belum sebanding dengan daya tampung SMA dan SMK yang tersedia. Sejak 2017, Pemprov Banten telah mengelola lebih dari 200 SMA, SMK, dan SKH serta terus melakukan pembangunan sekolah baru.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaludin, mengatakan relokasi dilakukan karena kondisi bangunan sekolah saat ini sudah tidak layak digunakan.
Menurutnya, hasil pemantauan menunjukkan adanya penurunan kualitas bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
“Tadi Pak Gubernur sudah melihat langsung bahwa kondisi bangunan di SMAN 3 Rangkasbitung sangat memprihatinkan. Bahkan fondasi dan beberapa bagian bangunan sudah goyang. Kita khawatir terjadi sesuatu terhadap anak-anak kita,” ujar Jamaludin.
Selain kondisi bangunan, keterbatasan lahan juga menjadi kendala utama dalam pengembangan fasilitas pendidikan.
“Jumlah lahannya sangat terbatas sehingga aktivitas siswa tidak bisa dimaksimalkan, termasuk kegiatan olahraga, ruang kelas, dan fasilitas lainnya,” katanya.
Jamaludin menjelaskan, lokasi baru yang disiapkan merupakan aset milik Pemprov Banten sehingga tidak memerlukan pembebasan atau pembelian lahan. Di lokasi tersebut rencananya akan dibangun gedung sekolah tiga lantai lengkap dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas, area parkir, dan lapangan olahraga.
“Ini kebetulan tanah milik Pemprov Banten, jadi tidak perlu membeli lahan lagi. Rencananya dibangun tiga lantai dengan fasilitas yang lebih memadai,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Banten menargetkan proses pembangunan sekolah baru dapat mulai dianggarkan pada 2027 setelah seluruh tahapan teknis dan administrasi selesai.
Relokasi SMAN 3 Rangkasbitung diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Lebak sekaligus menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi para siswa.
Editor: Mastur Huda











