CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – BAZNAS Kota Cilegon bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon memperkuat pendampingan bagi para mualaf melalui pembinaan akidah hingga pemberdayaan ekonomi. Langkah tersebut diharapkan mampu membentuk mualaf yang mantap menjalankan ajaran Islam sekaligus mandiri dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Komitmen itu ditegaskan melalui pengukuhan kepengurusan Mualaf Center Indonesia (MCI) MUI Kota Cilegon masa khidmat 2024–2029 di aula kantor MUI Kota Cilegon, Sabtu 27 Juni 2026. Kehadiran MCI menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat layanan pembinaan bagi para mualaf di Kota Cilegon.
Ketua BAZNAS Kota Cilegon, Fajri Ali mengatakan, mualaf merupakan salah satu golongan penerima zakat (asnaf) yang berhak mendapatkan perhatian melalui berbagai program pembinaan dan pemberdayaan. Menurutnya, selama ini penyaluran zakat lebih banyak difokuskan kepada fakir dan miskin.
Sementara itu, pembinaan bagi mualaf masih membutuhkan penguatan agar mereka dapat menjalankan ajaran Islam dengan lebih mantap. “Hadirnya Mualaf Center Indonesia menjadi ruang kolaborasi strategis agar zakat tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mampu menguatkan keimanan dan kemandirian para mualaf,” ujarnya.
Fajri menegaskan, BAZNAS Kota Cilegon siap bersinergi melalui berbagai program pembinaan dan pemberdayaan. Upaya tersebut diharapkan mampu membekali para mualaf, baik dari sisi keagamaan maupun ekonomi, sehingga dapat menjalani kehidupan secara mandiri.
Ia menambahkan, komitmen tersebut juga diwujudkan melalui keterlibatan jajaran BAZNAS Kota Cilegon dalam struktur kepengurusan MCI sebagai bentuk sinergi kelembagaan.
Sementara itu, Ketua MCI MUI Kota Cilegon, Arie Poernomo menegaskan, membina mualaf merupakan amanah besar yang membutuhkan dukungan seluruh pihak. Menurutnya, pembinaan tidak cukup berhenti pada proses seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat.
Pendampingan harus terus dilakukan melalui pembinaan keagamaan, silaturahmi, hingga penguatan ekonomi agar para mualaf semakin percaya diri menjalani kehidupan.
Senada dengan itu, Ketua I MUI Kota Cilegon, Badri Hasun berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan pembinaan yang lebih terarah dan berkesinambungan. Ia menilai para mualaf memerlukan penguatan akidah sekaligus dukungan ekonomi agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.
Editor : Rostinah











