CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID –
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ciwandan mengajak para ulama dan santri untuk tak hanya berdakwah di mimbar, tapi juga di layar gawai. Media digital dinilai sebagai sarana strategis menyebarkan dakwah kepada generasi zaman kini.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ciwandan terus mendorong para ulama dan santri agar aktif berdakwah melalui media digital. Upaya ini disampaikan dalam kegiatan bertema Optimalisasi Media Digital sebagai Sarana Dakwah yang digelar di Aula Kecamatan Ciwandan, Sabtu, 2 Agustus 2025.
Camat Ciwandan, Agus Ariyadi, yang membuka acara tersebut, menegaskan pentingnya adaptasi dakwah terhadap perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, era digital membuka peluang lebih luas bagi penyebaran nilai-nilai Islam.
“Sekarang semuanya serba digital. Maka, para ulama dan santri juga harus menyesuaikan diri. Banyak ustaz yang dikenal publik justru muncul dari dakwah digital,” ujar Agus kepada Radar Banten.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh agama, Ketua MUI Kecamatan Ciwandan, hingga para pemilik pondok pesantren di wilayah setempat. Salah satu narasumber utama yakni Ujang Zainal Muttaqin dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon.
Dalam paparannya, Ujang menekankan pentingnya literasi digital dalam dakwah. Ia menyebut bahwa penggunaan media sosial seperti YouTube, Instagram, hingga TikTok harus tetap berada dalam koridor syariat Islam.
“Kita boleh berdakwah lewat platform digital, tapi tetap harus berhati-hati. Jangan sampai menyampaikan hal-hal yang keluar dari ajaran Al-Qur’an dan Hadist,” ujar Ujang.
Menurut Ujang, potensi dakwah digital sangat besar. Jika sebelumnya seorang dai hanya bisa menyampaikan ceramah kepada puluhan orang secara langsung, kini dakwah bisa menjangkau ribuan bahkan jutaan umat melalui dunia maya.
“Ketika followers sudah banyak, pengaruhnya juga akan lebih luas. Ini bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam dengan cara yang kekinian dan bijak,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar ulama dan santri tetap menjaga etika berdakwah meskipun melalui media sosial, serta terus meningkatkan kualitas konten yang disampaikan.
Editor: Aas Arbi











