CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Masyarakat pengguna jalan mengeluhkan proyek perbaikan di ruas Jalan Raya Anyer, khususnya di kawasan Kerenceng, Kecamatan Citangkil hingga Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Selain memicu kemacetan, warga mempertanyakan alasan perbaikan dilakukan pada ruas jalan yang dinilai masih layak digunakan.
Kemacetan terjadi hampir setiap hari sejak pekerjaan dimulai. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pekerja yang melintasi jalur tersebut pada jam berangkat dan pulang kerja.
Keluhan warga ramai disampaikan melalui media sosial. Sebagian besar mempertanyakan prioritas proyek karena menilai kondisi jalan yang dibongkar masih cukup baik dibandingkan sejumlah ruas lain yang justru mengalami kerusakan lebih parah.
Salah seorang warga, Robby Arayan berharap Pemkot Cilegon ikut mengawasi pelaksanaan proyek meski status Jalan Raya Anyer merupakan jalan nasional. “Coba tuh dileng dikit pak, proyek di Ramanuju-Kerenceng bikin macet. Jalan masih bagus kok dibongkar. Tolong dipantau supaya pekerjaannya cepat selesai,” tulisnya di media sosial.
Komentar senada disampaikan Yollandhra. Ia mengaku antrean kendaraan bahkan mengular hingga kawasan Alun-alun Kota Cilegon menuju arah Warnasari akibat proyek tersebut. “Proyeknya enggak bisa ngatur jalan. Macet mulai dari Alun-alun Cilegon. Jalan masih bagus dibongkar,” tulisnya.
Sementara itu, sejumlah komentar lain menilai masih banyak ruas jalan yang rusak justru belum diperbaiki. Warga juga meminta sistem pengaturan lalu lintas selama pekerjaan dievaluasi agar kemacetan tidak semakin parah.
Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Cilegon, Robinsar menjelaskan, ruas Jalan Raya Anyer merupakan jalan nasional sehingga pelaksanaan proyek berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. “Jalan nasional kang… programnya @pu_jalan_banten,” tulis Robinsar saat membalas komentar warga melalui media sosial.
Meski demikian, warga berharap Pemkot Cilegon tetap berkoordinasi dengan instansi terkait dan pihak pelaksana proyek agar pengaturan lalu lintas selama pekerjaan dapat dilakukan lebih baik. Mereka juga meminta pengerjaan dipercepat sehingga dampak kemacetan yang dirasakan masyarakat tidak berlangsung berlarut-larut.
Editor : Rostinah











