KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menggelar Sensus Ekonomi 2026. Yakni sebuah pendataan nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memotret kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh.
Sensus Ekonomi merupakan pendataan terhadap seluruh kegiatan usaha di luar sektor pertanian, mulai dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), perdagangan, jasa, industri, hingga perusahaan besar. Melalui pendataan ini, pemerintah dapat mengetahui perkembangan dunia usaha dan perubahan struktur ekonomi yang terjadi selama satu dekade terakhir.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, Mugiya Wardhany mengatakan, data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi sangat penting karena menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan.
“Sensus Ekonomi menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai program pembangunan. Semakin akurat data yang diberikan, semakin tepat pula kebijakan yang dihasilkan,” ujar Mugiya, Kamis, 2 Juli 2026.
Ia menjelaskan, dalam 10 tahun terakhir terjadi banyak perubahan dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Perkembangan e-commerce, layanan keuangan digital (fintech), hingga perubahan pola transaksi masyarakat membuat pemerintah membutuhkan data terbaru yang sesuai dengan kondisi saat ini.
Menurut Mugiya, manfaat Sensus Ekonomi tidak hanya dirasakan pemerintah, tetapi juga masyarakat dan pelaku usaha. Data yang terkumpul akan digunakan untuk menyusun kebijakan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, data hasil sensus juga menjadi acuan dalam merancang program pemberdayaan UMKM, menarik investasi, meningkatkan pelayanan publik, hingga menentukan arah pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.
Untuk itu, Pemkot Tangerang mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas resmi BPS. “Data yang diberikan akan menjadi fondasi dalam menyusun kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang,” tutup Mugiya.
Editor : Rostinah








