• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Sungai Ciujung Tercemar, Nelayan Tambak di Tirtayasa Terancam Gagal Panen

Ahmad Rizal Ramdhani by Ahmad Rizal Ramdhani
Senin, 20 Juli 2026 12:51
in Berita Utama, Kabupaten Serang
Sungai Ciujung Tercemar, Nelayan Tambak di Tirtayasa Terancam Gagal Panen

Salah seorang warga menunjukan pintu air di Tambak miliknya di Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang.

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kondisi Sungai Ciujung di Kabupaten Serang kembali menjadi sorotan. Memasuki musim kemarau, kualitas air sungai terus memburuk. Air berubah menjadi hitam pekat, mengeluarkan bau menyengat, serta tampak lapisan menyerupai minyak mengambang di permukaannya.

Berdasarkan pantauan Radar Banten pada Minggu, 19 Juli 2026, perubahan warna air terlihat mulai dari kawasan Jembatan Kragilan-Kibin di Jalan Raya Serang-Jakarta. Memasuki wilayah Tirtayasa, tepatnya di Jembatan Jongjing, warna air semakin pekat disertai aroma menyengat yang tercium hingga ke permukiman warga di sekitar bantaran sungai.

RelatedPosts

20 Puskesmas Dipimpin Plt

20 Puskesmas di Lebak Dipimpin Pelaksana Tugas, Ini Penjelasan Dinkes

Rabu, 7 Oktober 2026 17:48
Perbaikan Jalan Ramp Cikokol Capai 70 Persen

Proyek Perbaikan Jalan Ramp Cikokol Kota Tangerang Capai 70 Persen

Rabu, 7 Oktober 2026 17:43
Pilar Saga Ichsan

Pilar Saga Ichsan Minta Edukasi Peduli Lingkungan Dimulai Sejak Usia Dini

Rabu, 7 Oktober 2026 17:28
Kejati Banten dan Bank Banten

Kejati Banten dan Bank Banten Perkuat Sinergi Dukung Pembangunan Daerah

Rabu, 7 Oktober 2026 17:19

Selain itu, kilapan menyerupai minyak tampak mengapung di permukaan Sungai Ciujung, meski saat itu debit air masih relatif tinggi.

Kondisi yang lebih memprihatinkan terlihat di Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa. Air sungai tampak semakin hitam dan bau yang ditimbulkan semakin menyengat. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai mengaku harus menghadapi kondisi tersebut setiap hari.

Mereka mengeluhkan bau yang membuat sesak napas, memicu batuk, hingga menyebabkan gatal-gatal saat bersentuhan dengan air sungai.

Tak hanya warga, pencemaran Sungai Ciujung juga mengancam mata pencaharian nelayan tambak di Desa Tengkurak. Para pembudidaya ikan bandeng dan nila terpaksa menutup pintu masuk air dari sungai ke tambak menggunakan plastik tebal, kayu, dan lumpur agar air tercemar tidak masuk ke kolam budidaya.

Salah seorang nelayan tambak, Wandi, mengatakan kondisi air Sungai Ciujung yang menghitam telah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir.

“Kalau airnya masuk ya bisa-bisa pada mati ikannya. Makanya kita urugin (tutup) supaya ikan mujair sama bandengnya enggak mati,” ujarnya saat ditemui di tambaknya, Minggu 19 Juli 2026.

Meski berhasil melindungi ikan di tambaknya, Wandi mengaku kehilangan sumber penghasilan harian. Biasanya ia memasang perangkap udang dan ikan di pintu masuk tambak saat air pasang.

“Biasanya pasang jebakan, kalau air rob lumayan dapat ikan atau udang sampai satu kilo buat dijual kebutuhan sehari-hari. Sekarang sudah enggak bisa lagi. Yang penting ikan di tambak selamat,” katanya.

Menurutnya, pencemaran Sungai Ciujung juga berdampak terhadap hasil panen. Tambak seluas 2,5 hektare miliknya yang biasanya mampu menghasilkan lebih dari satu kuintal ikan, kini hanya mampu menghasilkan sekitar tiga hingga lima timbangan karena banyak ikan yang mati.

“Kalau lagi begini paling tiga sampai lima timbang panennya. Banyak yang mati,” ujarnya.

Ia mengaku bingung dengan kondisi Sungai Ciujung yang semakin tercemar. Selain kehilangan penghasilan dari hasil tangkapan di sungai, ia juga khawatir bibit ikan yang ditebar di tambak mati akibat limbah.

Karena itu, Wandi berharap pemerintah maupun perusahaan yang beroperasi di sekitar Sungai Ciujung dapat memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, seperti bantuan bibit ikan apabila terjadi kematian massal.

“Misalkan ngasih bibit ikan ke kita kalau ikan-ikan kami pada mati. Selama ini enggak ada, semuanya modal sendiri. Kalau banyak yang mati ya kami yang nanggung,” katanya.

Ia mengenang, sebelum kawasan industri berkembang di Kabupaten Serang, Sungai Ciujung menjadi sumber kehidupan masyarakat. Air sungai dimanfaatkan untuk mengairi tambak dan sawah, mandi, mencuci, hingga kebutuhan memasak.

Sementara itu, warga Desa Tengkurak lainnya, Sutini, mengatakan pencemaran Sungai Ciujung membuat aktivitas masyarakat terganggu. Warga kini tidak lagi bisa menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sekarang harus beli air buat kebutuhan sehari-hari, mulai mandi, mencuci sampai memasak. Per galon Rp4 ribu. Air sumur juga bau karena rumah dekat sungai,” ujarnya.

Selain kesulitan mendapatkan air bersih, warga juga mengaku mengalami gangguan kesehatan seperti batuk, sesak napas, dan gatal-gatal.

“Nyesek, bikin batuk,” katanya.

Sutini berharap pemerintah maupun pihak swasta dapat segera menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Tengkurak agar beban masyarakat dapat berkurang.

Editor: Mastur Huda

Tags: air sungai menghitamBudidaya ikanikan bandengkabupaten serangnelayan tambakpencemaran lingkunganpencemaran sungai ciujungSungai Ciujung
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Cegah Balap Liar dengan Tindakan Preventif

Next Post

Disnakertrans Kota Serang Buka Peluang Magang Gratis ke Jepang

Next Post
Disnakertrans Kota Serang Buka Peluang Magang Gratis ke Jepang

Disnakertrans Kota Serang Buka Peluang Magang Gratis ke Jepang

PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Pusat, Pemprov Banten Alihkan Anggaran untuk Pembangunan

PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Pusat, Pemprov Banten Alihkan Anggaran untuk Pembangunan

Rabu, 7 Oktober 2026 06:30
Stasiun Cipocok Jaya Berpotensi Kembali Beroperasi Seiring Elektrifikasi Rangkasbitung-Merak

Stasiun Cipocok Jaya Berpotensi Kembali Beroperasi Seiring Elektrifikasi Rangkasbitung-Merak

Minggu, 4 Oktober 2026 10:33
Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 09:16
Kapolda Banten Hendra Kurniawan

Jabat Kapolda Banten, Irjen Pol Hendra Kurniawan Harapkan Dukungan Semua Pihak

Selasa, 6 Oktober 2026 11:15
Kebakaran Pengadilan Tinggi Agama Banten

Kebakaran Hebat Melanda Pengadilan Tinggi Agama Banten, Satu Pegawai Terjebak Kobaran Api

Rabu, 7 Oktober 2026 13:39
Perlintasan Kereta

Perlintasan Kereta Cisauk hingga Tigaraksa Mulai Dipasangi Rambu Baru

Selasa, 6 Oktober 2026 16:20
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pada Mulanya, Provinsi Banten

26 Tahun Mencari Format Pusat–Daerah: Menjaga Nafas Desentralisasi di Banten

by Redaksi
Rabu, 7 Oktober 2026 17:49
0

Oleh: Yhannu Setyawan(Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik) “Gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang diruksak.” Petuah leluhur Masyarakat Banten tersebut...

20 Puskesmas Dipimpin Plt

20 Puskesmas di Lebak Dipimpin Pelaksana Tugas, Ini Penjelasan Dinkes

by Nurabidin
Rabu, 7 Oktober 2026 17:48
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 20 dari 44 puskesmas di Kabupaten Lebak saat ini masih dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt). Kekosongan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.