PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 480 siswa akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Kampung Koranji, Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026, sebagai awal Tahun Ajaran 2026/2027.
Kepastian pelaksanaan MPLS tersebut diperoleh setelah Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama Anggota DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah meninjau langsung kesiapan Sekolah Rakyat dalam menyambut tahun ajaran baru.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Lukman, Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang Suryadi Sembiring, Kasatker Prasarana Strategis Kementerian PUPR Provinsi Banten Nabil Muhamad, Project Manager PT Utama Karya Agung Hari Wibowo, Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang Asep Rahmat, serta Plt Asisten Daerah II Hasan Bisri.
Kepala Sekolah Rakyat Pandeglang, Siwi Astuti, mengatakan pihaknya terus mematangkan berbagai persiapan, baik terkait peserta didik maupun proses kegiatan belajar mengajar.
“Sebanyak 480 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA akan mengikuti MPLS Sekolah Rakyat Pandeglang. Khusus untuk siswa SD memang masih kurang sedikit, tetapi kami pastikan saat MPLS jumlahnya akan terpenuhi,” katanya, Jumat, 24 Juli 2026.
Siwi mengatakan, untuk mendukung proses pembelajaran dan pembinaan siswa, saat ini telah tersedia 37 guru. Namun, jumlah tersebut masih kurang empat orang.
“Selain itu, telah siap sebanyak 13 wali asuh dan dua wali asrama. Kami terus melakukan persiapan agar seluruh kebutuhan siswa dapat terpenuhi dan pelaksanaan MPLS berjalan dengan baik,” ujarnya.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani memastikan seluruh persiapan pelaksanaan MPLS dilakukan secara matang.
“Mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, tenaga pendidik, asrama, hingga kebutuhan konsumsi bagi para siswa. Sekolah Rakyat ini merupakan program Bapak Presiden yang harus kita sukseskan bersama,” katanya.
Sementara itu, Kasatker Prasarana Kementerian PUPR, Astri Paramita, optimistis pembangunan sekolah dapat rampung 100 persen pada Agustus 2026.
“Untuk mengejar target, kami terus melakukan percepatan progres. Bahkan, kami sudah menambah tenaga kerja dan jam kerja,” katanya.
Meski pembangunan secara keseluruhan masih berlangsung, Astri memastikan pelaksanaan MPLS pada 31 Juli 2026 tetap dapat dilaksanakan karena sarana dan prasarana utama telah siap digunakan.
“Gedung SD, SMP, dan SMA sudah rampung. Meja belajar juga sudah tersedia. Untuk asrama juga sudah selesai, sudah ada tempat tidur, kasur, dan lemari,” ujarnya.
Anggota Komisi I DPR RI, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, menilai kehadiran Sekolah Rakyat di Pandeglang sangat tepat karena dapat membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan.
“Warga Pandeglang mayoritas bekerja sebagai petani dan nelayan. Mereka terkadang terkendala biaya untuk menyekolahkan anak-anaknya. Karena itu, Sekolah Rakyat ini sangat dibutuhkan,” katanya.
Rizki berharap kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat sehingga tidak ada lagi anak yang putus sekolah.
“Program ini harus kita awasi bersama dan dilaksanakan sebaik-baiknya. Mari kita sukseskan program Bapak Presiden Prabowo,” katanya.*
Editor : Krisna Widi Aria









