SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – NA (59) kakek tiga cucu asal Tirtayasa, Kabupaten Serang ditangkap petugas Satreskrim Polres Serang, Selasa 28 Juli 2026. Ia ditangkap atas laporan kasus pencabulan terhadap siswi SD kelas 6 berinisial SH.
Kasatreskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady menjelaskan bermula pada Februari lalu, ketika pelaku melancarkan aksi pertamanya. Korban, yang baru saja pulang sekolah, sedang menjaga warung milik ibunya sendirian. Saat itu, ibu korban tengah melaksanakan ibadah shalat, sehingga pelaku dengan leluasa mendekati korban.
Meskipun korban berusaha menolak dan bahkan sempat mengancam pelaku, NA justru membalas dengan ancaman yang lebih keji. Ia mengancam akan memukul orang tua korban jika anak tersebut berani berteriak atau menceritakan perbuatan bejatnya kepada siapapun.
“Pelaku melakukan aksinya dengan ancaman, sehingga korban takut untuk melapor,” ujarnya, Minggu 2 Agustus 2026.
Aksi asusila yang dilakukan pelaku ini rupanya tidak berhenti pada satu kali kejadian. Perbuatan keji tersebut terus berlanjut hingga bulan Juni 2026. “Korban yang masih di bawah umur ini diduga mengalami pencabulan berulang kali oleh tetangganya sendiri,” katanya.
Ia mengatakan, kasus pencabulan tersebut terbongkar setelah teman korban melaporkan perbuatan pelaku kepada orang tua korban. Informasi tersebut oleh ibunya langsung diklarifikasi kepada korban. “Korban ini ngaku kalau dia sering dicabuli pelaku,” ujarnya.
Orang tua korban yang tidak terima anaknya dilecehkan melaporkan perbuatan pelaku ke Polres Serang. Setelah mendapat alat bukti yang cukup, petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya. “Tim melakukan penangkapan terhadap tersangka NA di rumahnya tanpa perlawanan berarti,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku melakukan perbuatan tersebut karena dorongan nafsu sesaat. “Motif pelaku melakukan pencabulan karena adanya dorongan nafsu dan kesempatan,” ungkap Andi.
Dalam pengembangan penyidikan, polisi menemukan fakta mengejutkan bahwa ada dua perempuan lain yang juga diduga menjadi korban pencabulan NA. Identitas kedua korban tersebut saat ini masih dalam pendalaman pihak kepolisian. “Informasinya ada korban lain, cuma korban ini belum mau lapor,” tuturnya.
Editor: Mastur Huda












