LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus memperkuat akurasi data geospasial melalui penyelarasan data kewilayahan bersama Badan Informasi Geospasial (BIG). Langkah ini dilakukan melalui koordinasi dan konsultasi teknis guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Lebak, Alkadri, mengatakan data geospasial yang akurat menjadi fondasi penting dalam mendukung perencanaan pembangunan serta pengambilan kebijakan di daerah.
“Koordinasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh data kewilayahan Kabupaten Lebak selaras dan memiliki dasar yang kuat,” katanya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Menurut Alkadri, data geospasial yang valid akan membantu pemerintah menyusun kebijakan dan program pembangunan secara lebih efektif sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Sinergi dengan Badan Informasi Geospasial diharapkan mampu memperkuat kepastian batas wilayah sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan berbasis data,” ujarnya.
Ia berharap koordinasi tersebut semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menghadirkan informasi geospasial yang valid guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan menuju Lebak Ruhay.
“Pemkab Lebak berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas data geospasial sebagai dasar perencanaan pembangunan yang efektif, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak itu.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, mengatakan Pemkab Lebak terus memperkuat kualitas data statistik sektoral dan data geospasial. Menurutnya, peran Sangga Data, yakni pegawai yang ditunjuk sebagai operator pengumpul, pengolah, dan penginput data di setiap perangkat daerah, sangat penting dalam menjaga keakuratan data.
“Pengelolaan Satu Data Indonesia menjadi salah satu kunci sukses transformasi digital nasional, termasuk di Kabupaten Lebak,” katanya.
Halson menjelaskan, transformasi digital nasional akan mendorong peningkatan dalam tiga aspek utama, yakni birokrasi yang lebih efisien dan akuntabel, pelayanan publik yang berkualitas dan mudah diakses, serta pembangunan yang adaptif dan tepat sasaran.
“Transformasi digital akan mendukung birokrasi yang efisien dan akuntabel, pelayanan publik yang berkualitas, serta pembangunan nasional yang adaptif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Editor: Aas Arbi

